Sambil menyetir, diam-diam Evrard melirik Lavender yang duduk di sampingnya. Istrinya tersebut kini tengah fokus melihat pemandangan yang dilewati oleh mobilnya melalui kaca jendela. Evrard masih merasa canggung saat berhadapan dengan Lavender yang kini sudah bisa melihat, sehingga membuat interaksinya menjadi sekadar saja. Bahkan, sangat terasa kaku. Apalagi kini mereka hanya berdua berada di dalam mobil. Saat Daisy memperkenalkan Evrard ketika masih di rumah sakit, Lavender hanya melihatnya dan mengangguk pelan sambil menyunggingkan senyum tipis. Evrard pun hanya mampu membalasnya dengan senyuman kaku. Tadi ia hanya menjadi penonton sekaligus pendengar saat melihat kedua adiknya bersama Daisy tengah asyik berinteraksi dengan Lavender. Lidahnya seketika kelu dan pikirannya tiba-tiba koso

