Pukul sebelas Baskara sudah kembali ke kamarnya dan duduk di tempat tidurnya. Sementara Arini masih sibuk membereskan semua barang yang masih tergeletak tak beraturan di lantai kamar pria itu. Suasana terasa cukup hening karena keduanya sama-sama diam tanpa mengatakan hal apa pun. Kalau pun ada percakapan itu hanya sebatas saling membutuhkan saja. “Arini, apakah saat ini aku terlihat menyedihkan?” Pertanyaan Baskara tadi membuat wanita itu bergeming karena merasa bingung harus memberikan jawaban apa tapi yang pasti dia tidak ingin melukai hati Baskara dengan jawabannya. Jika sampai hal itu terjadi pasti akan ada hal buruk lain yang akan dilakukan oleh pria itu, apalagi saat ini emosinya sedang tidak stabil. Tapi jika Arini berbohong pun rasanya Baskara akan mengetahuinya, bukan? “Say

