“Arini, bawa saja nampan itu kembali ke bawah karena mulai hari ini sarapan, makan siang, dan juga makan malam akan aku lakukan di meja makan.” Arini yang baru saja masuk ke dalam kamar Baskara dengan memegang nampan langsung mendapat perintah dari pria itu. Kedua matanya membulat, kejutan apalagi ini? “Hari ini mama akan kembali ke rumah jadi aku ingin melewatkan waktu lebih banyak bersamanya,” tambah Baskara ketika Arini masih bergeming. Arini bisa melihat bagaimana bahagianya Baskara ketika membicarakan mamanya itu dari sorot matanya serta wajahnya yang seakan berbicara. “Wah, sepertinya efek obat yang Tuan minum selama ini membuahkan hasil yang sangat baik ya.” Baskara terkesiap mendengar ucapan Arini. Apakah wanita itu pikir dirinya.... Ah sudahlah? “Apa maksud ucapanmu?” Arini

