Arini bergeming serta sedang menimbang apakah ia akan memberikan nomor ponselnya kepada Raka atau tidak. “Ayolah aku harus segera berangkat ke kantor sekarang karena pagi ini ada pertemuan penting.” Raka sengaja mendesak Arini dengan harapan wanita itu segera memberikan nomor ponsel miliknya. “Baiklah, saya akan memberikannya tapi Tuan janji ya tidak boleh menghubungi jika tidak penting?” “Ya, tentu.” Raka sama sekali tidak menolak karena baginya sudah mendapatkan nomor ponsel wanita itu saja sudah sangat senang sekali. Perkara nanti akan diurus belakangan. Arini segera meraih ponsel milik Raka dan menekan beberapa angka yang ada di layar ponsel itu. Raka tersenyum karena wanita itu bersedia menuruti permintaannya. “Ini Tuan, sudah ya.” “Okay, terima kasih.” “Kalau begitu saya aka

