“Mau ke mana kamu?” Arini terkesiap mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Widya kepadanya. Wanita itu menoleh ke arah sang nyonya besar yang entah kapan sudah berada di belakangnya. “Sa— saya mau bertemu dengan Tuan Baskara, Nyonya.” “Untuk apa? Apa yang ingin kamu lakukan di kamarnya? Apa Baskara memanggilmu?” Widya bertanya dengan tatapan matanya yang terlihat sinis dan juga tajam hingga menimbulkan efek seram, jauh sekali dari ucapan Baskara pagi ini tentang mamanya yang pria itu bilang bak malaikat. “Saya ingin....” Belum sempat Arini menyelesaikan perkataannya, Baskara menyelamatkan wanita itu dengan membuka pintu kamarnya lebih dulu. “Arini... Mama....” Secara bergantian pria itu menatap sang perawat serta mama tirinya ketika mendapati keduanya di depat pintu k

