Bima memang sengaja mengiyakan permintaan kekasihnya karena ingin perempuan itu segera pergi dari ruangannya. Padahal dia sudah ditunggu oleh papanya di rumah. Tadi setelah istrinya keluar dari ruangannya, papanya menelepon dan memintanya untuk segera pulang ke kediaman Pangestu. Ketika sedang berbicara di telepon tadi papanya tampak sedang marah. Entah kali ini ada apa lagi yang akan dibahas oleh pria paruh baya itu kepada dirinya. Apa dia melakukan kesalahan lagi? Menikahi Ara, sudah dia lakukan. Namun, sekarang ada apa lagi? Setelah kepergian Dita dari ruangannya, Bima pun bergegas meninggalkan kantornya. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak ingin papanya mengirim orang-orangnya hanya untuk menjemput paksa dirinya. Oleh karena itu, sebelum itu

