Sesaat setelah kepergian Ara dari ruangannya, Bima pun melirik dengan hati senang ke arah pintu yang mulai kembali terbuka. Dia mengira jika istrinya pasti akan kembali untuk mengambil cincin pernikahan mereka. Namun, hatinya kembali menciut ketika melihat siapa sosok yang muncul dari balik pintu kayu yang menjulang tinggi tersebut. Nyatanya yang datang adalah orang yang berbeda dengan sosok yang sangat dia harapkan. Entah kenapa dia tidak suka melihat orang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya itu, meskipun orang itu sudah memasang senyum terbaiknya. “Hai, Sayang! Kamu kok kayak nggak seneng gitu lihat aku datang?” tanya Dita. Tentu saja perempuan itu merasa heran dengan perubahan sikap kekasihnya. Padahal pria itu selalu menyambut kedatangannya dengan hangat setiap kali dirinya

