Menjaga Sisa Harga Diri

1251 Kata

“Dia nggak mungkin memilih sesuatu yang penuh resiko. Dia kan lemah dan cengeng,” batin Bima. Di dalam hati pria itu kini sedang terbahak, padahal di dasar sanubari laki-laki berparas rupawan itu tengah berbisik, bahwa ia tidak rela istirnya pergi. Namun, dengan menyiksa batin perempuan itu sangat menyenangkan baginya dan kini sudah menjadi hobinya. “Mana mungkin dia mau meninggalkan kemewahan yang selama ini dia nikmati dari keluarga Pangestu,” lanjut Bima dengan penuh percaya diri. Sementara di koridor, Ara berusaha mengayunkan kakinya dengan sekuat tenaga yang semakin lama kian terasa berat. Perempuan cantik itu benar-benar di hadapkan pada pilihan yang begitu sulit. “Ya … Tuhan, bantu hamba untuk memilih pilihan yang begitu sulit ini,” lirih Ara pada dirinya sendiri. Bukan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN