Dua Pilihan

1244 Kata

Tok … tok … tok! Terdengar suara ketukan pintu dan itu membuat seorang lelaki yang tengah duduk di kursi kebesarannya yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan langsung menghela napas panjang. “Masuk!” pinta Bima dari dalam. Beberapa detik setelah pria pemilik garis rahang tegas itu mengeluarkan perintah, pintu pun mulai terbuka. Kemudian muncul seorang wanita cantik dari baliknya. Sosok yang hingga kemarin masih haus akan perhatian serta mengemis cinta darinya. Namun, semua itu hanya sampai kemarin saja karena hari ini dia sudah bertekad akan mengubur dalam-dalam semua rasa itu di dalam hatinya. Ara pun tampak berjalan mendekat dengan ragu-ragu. Akhirnya kaki jenjangnya berhenti melangkah tepat di depan meja Bima. Dengan kepala sedikit menunduk layaknya seorang bawah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN