Indira membuka matanya pelan saat cahaya memasuki penglihatannya. Sebelum bangun, Indira sempatkan untuk merenggangkan tubuhnya. Badannya merasa sedikit kebas karena terus tertidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam. Ini semua karena Panji yang tidur di kasur yang sama. Indira jadi tidak bebas bergerak dan selalu waspada. Bahkan semalam, Indira tidur larut karena berjaga-jaga. Dia takut Panji melakukan hal yang tidak-tidak padanya. Mengingat Panji, Indira pun refleks menengok ke samping dan bisa bernapas lega setelahnya. Ah, Panji sudah tidak ada di sampingnya. Indira bersyukur untuk hal itu karena dia bisa dengan bebas berkeliaran. Indira kemudian melirik jam di dinding. Sudah pukul enam pagi, pantas saja Indira merasa dirinya bangun terlalu siang. Untungnya dia sedang absen s

