Indira mengatupkan mulutnya rapat dan menunggu reaksi dari Panji. Dia sudah selesai dengan ucapannya dan kini waktunya untuk menunggu dengan berdebar respon dari Panji. Indira berharap, Panji meresponnya dengan baik. Tidak bersikap cuek, atau bahkan mengejeknya. Meski pilihan kedua sedikit tidak mungkin, tetap saja masuk ke dalam daftar perkiraan Indira. Sikap Panji terlalu aneh dan tidak bisa ditebak. Panji menepuk pahanya pelan dan menegakkan tubuhnya. Dia merasa sedikit tersentuh dengan penjelasan istrinya. Tidak menyangka jika alasan sederhana itulah yang menjadi landasan perubahan Indira. Dia pikir Indira berubah karena ingin mengelabuinya dan menghancurkannya. Namun dugaannya salah besar karena justru Indira yang lebih dulu luluh dengannya. Panji tiba-tiba saja merasa canggung s

