"Aku tidak berniat mengacaukannya. Aku hanya ingin memasak. Aku juga ingin menjalankan kewajibanku. Apakah kau tidak bisa mengerti?" elak Indira tak mau kalah. Ia juga menginginkan hal yang sama dengan Panji. Jadi, dia tidak salah sepenuhnya, kan? Mereka sama-sama ingin menjalankan kewajiban sebagai suami istri. Namun, memang perlu diakui jika mereka tak sejalan. Sama sekali tak ada komunikasi untuk bekerja sama karena masing-masing dari mereka, memutuskan semuanya seorang diri. "Kau ingin beradu pendapat denganku?" balas Panji sarkas saat sadar istrinya tengah mengadu pendapat dengannya. Dia ini suami dan suami adalah pimpinan, bukan? Jadi, seharusnya Indira mematuhinya atau setidaknya hargai dia dulu. Indira memejamkan matanya kesal karena Panji justru berpikir dirinya menantang. D

