Indira memperhatikan mobil Panji yang berhenti di depannya. Dia pun mengusung senyum kecilnya saat Panji keluar dan membantunya untuk masuk ke mobil. Hal ini membuat Indira menghempas rasa gengsi untuk memperbaiki pernikahannya. Karena sebenarnya, bisa saja Panji tetap menunggu di mobil tanpa repot membantunya. Di sampingnya ada seorang suster yang Panji perintahkan untuk menjaganya. Suster itu juga yang menemaninya ketika Panji pergi menuju parkiran. Namun sekarang, Panji memapahnya untuk masuk ke mobil. Tampak seperti sangat lemah, tetapi nyatanya Indira merasa sangat baik. Sayangnya, Indira tak bisa menolak perhatian suaminya. Panji sepertinya pria yang suka berinteraksi fisik dengan pasangannya. Dia tak segan membantu atau memberi perhatian meski itu harus bersentuhan. Mungkin

