Adi PoV. Secarik foto berada dalam genggamanku. Foto yang sebagian besarnya kusut tak beraturan. Terlihat sekali aku pernah melakukan sesuatu pada Foto itu. Aku memandangi foto tanpa frame tersebut. foto yang framenya sempat ku hancurkan, kacanya berserakan, hancur luluh lantah, hanya menyisakan bubuk-bubuk kecil yang sudah tak berfungsi. Sama halnya dengan hubungan ini yang hancur dan tak memiliki arti apa-apa lagi. Tapi itu dulu, saat aku belum menyadari semua kesalah pahaman ini. Kini aku semakin sadar bahwa pohon yang bernama cinta sudah menyemai dengan sedemikian rupa, ini bukan hanya sudah berakar, tapi berdahan. Ah, salah! Dia bahkan sudah rindang, sangat lebat. Kiranya aku rela menebangnya hanya untuk sebuah gulma? Tidak akan. Sejak kapan seorang Adi akan kalah dengan seonggok g

