Adi PoV Aku meninggalkan Nisa di kamar hotel sana. Persetan dengannya. Aku sungguh ingin menjauhinya setelah ini. Kuharap setelah ini aku tak lagi berhubungan dengannya. Aku tau ini adalah kejahatan. Namun begitu, aku tak lagi ingin kehilangan ke dua manusia yang amat kurindukan sekarang. Mengingat Nisa, sepanjang jalan tak henti kurafalkan doa. Teringat ucapan Nisa yang mengatakan ia tak menggunakan pengaman. Kuharap kali ini semesta mendukungku, tak menghadirkan janin dari perbuatan sialan yang kulakukan. Aku menghentikan taxy di depan loby hotel dan segera menuju satu tempat yang sangat ingin kutuju. Mengenakan taxy . Akhirnya siang ini. Aku berdiri tepat di rumah petakan berukuran sangat sempit. Aku berdiri cukup lama di depan teras rumah. Memandang lurus pada satu titik, yaitu pi

