Ayu PoV. “Bodoh! Aku bilang ingin sendiri. Bukan untuk mengakhiri.” Pukulan tanganku menyambar d**a bidangnya. Air mata yang belum surut kembali membanjiri bahkan kini tak bisa dibendung. Luruh bersama rasa takut kehilangan sudah yang tak bisa lagi disembunyikan. Meski begitu ada geleyar rasa bahagia saat mengetahui siapa pemilik sapu tangan di hadapanku. Iris mata tegas itu menatap dalam ke dua bola mataku. Dirinya masih termangu melihat laku wanita yang sedang sesenggukan di hadapannya. “Apa ada kata-kataku ingin mengakhiri? Jawab!” tanyaku menyudutkannya. Hari itu aku jelas mengatakan ingin sendiri. Rupanya lelaki bodoh di hadapanku menganggapnya lain. “Apa aku salah mengartikannya?” Dirinya memperlihatkan wajah yang kebingungan. Menyebalkan!. “Bodoh!” hardikku. Lagi-lagi tangan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


