Adi Pov. Di ruang kerja, Aku menyenderkan kepala di kursi, menaikan kedua tanganku untuk menyangganya. Berkali-kali juga tangan ini memijit pelipis yang menegang. Bagaimana tidak menegang? Wanita yang aku tawari waktu seminggu, agar ia memikirkan semuanya, nyatanya belum memperlihatkan batang hidungnya juga. Ini sudah hari ke lima. Artinya sisa 2 hari lagi untuk mendapatkan sebuah jawaban. Sesuai dengan kesepatakan itu, jika dalam satu minggu ia tak juga datang ke tempatku berarti aku yang akan menjumpainya. Tak ingin terus menerka Apapun keputusannya, indra pendegaranku harus mengetahui jawabannya. Ya... Sekalipun itu menyakitkan. Di sela helaan napasku seseorang menyalakan bel di depan rumah. Dengan langkah gontai aku mengayunkan sepasang tungkai ini. Tepat di depan saat kubuka pintu

