Author POV. Dengan napas memburu, Nisa membanting ponselnya hingga berserakan. Sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi Adi, tapi tak jua Adi menghiraukannya. “Siapa bilang kamu boleh jauh dariku! Bandung? Itu tempat kelahiranku sayang. Jika ingin kabur dariku kamu salah sangka.” Nisa menyunggingkan senyumnya. Hari ini ia mendengar kabar bahwa Adi pindah tugas ke Bandung. Bukan sementara, tapi selamanya. Hal itu cukup membuat Nisa amat kesal. Tanpa pikir panjang, Nisa berniat pulang ke bandung. Tepatnya... mencari lelaki itu. Nisa berniat akan terus menjadi tentakel yang akan terus menyesap setiap inci kulit Adi. Sehingga laki-laki itu tak punya kekuatan lagi untuk menolak kehadirannya. Terbukti, tak lama Nisa sampai untuk menginjakan kakinya di Bandung. Tak banyak t***k bengek,

