Dengan langkah perlahan Sari memasuki halaman rumahnya yang sudah hampir setahun ia tinggalkan. Tok …! Tok …! Sari tampak mengetuk pintu dan mengucapkan dengan pelan, “Assalamualaikum …." Tidak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam, “Waalaikumsalam ….” Ketika pintu terbuka Bu Asih tampak terkejut melihat siapa yang telah datang ke rumahnya malam-malam. “Sari!” panggil wanita itu dengan senang. Sari segera menghambur dalam pelukan Bu Asih sambil memanggil, “Ambu …” tangisnya pun seketika kembali pecah. Bu Asih segera membawa masuk putrinya tanpa melepaskan pelukan. Kemudian ia mengajak Sari untuk duduk sambil mengelus bahu putrinya agar tenang. Setelah Sari puas menumpahkan tangisnya, barulah Bu Asih mulai bertanya, “Apa yang sudah terjadi denganmu Nak. Kenapa kamu pulang sendi

