"Bawa Sari dan gugurkan kandungannya!” seru Tuan Adam sambil melempar sebuah amplop ke tangan Damar, “kerjakan dengan rapi!” Damar segera menangkap amplop itu dan menjawab, "Baik Tuan." Tersungging seulas senyum dari bibir lelaki itu. Sari sangat terkejut mendengarnya perintah Tuan Adam kepada Damar. Ia tidak menyangka suaminya bisa setega itu. Wanita itu tampak menggeleng dan meminta, “Tidak Tuan, kumohon jangan lakukan itu! Biarkan aku memiliki anak ini. Aku janji tidak menuntut apa-apa dan akan pergi jauh.” Sari kemudian bersimpuh meminta belas kasih Tuan Adam sambil berderai air mata. “Anak itu tidak boleh lahir!” tegas Tuan Adam tetap pada keputusannya. “Jangan Tuan, anak ini darah dagingmu sendiri!” Sari mengiba sambil kian terisak. Sepetinya Tuan Adam sudah gelap mata. Ia tid

