Bi Euis tampak mondar-mandir di depan kamar Sari. Terlihat kecemasan yang terpancar dari raut wajahnya. Tidak lama kemudian ia melihat Tuan Adam datang sambil membopong tubuh istrinya. Dengan segera Bi Euis membukakan pintu kamar Sari seraya bertanya, "Nyonya kenapa Tuan?" "Pingsan Bi," jawab Tuan Adam sambil membawa tubuh Sari masuk dan merebahkan di atas kasur. Bi Euis segera mengambil minyak kayu putih di atas meja. Lalu membalurkan ke pelipis dan hidung Sari agar cepat sadar. "Bibi sudah panggil dokter?" tanya Tuan Adam dengan panik. Ia tidak menyangka Sari akan pingsan. Lelaki itu merasa bersalah sudah memaksakan kehendaknya tadi. "Sudah Tuan, sepertinya dalam perjalanan," jawab Bi Euis mengira. Sari belum juga sadarkan diri, sampai beberapa saat kemudian Kang Asep datang da

