Setelah memikirkan selama beberapa hari, akhirnya dengan berat hati Sari menerima tawaran Sovia. Ia terpaksa harus merelakan putranya diadopsi oleh wanita itu, meskipun Sari tidak akan bisa hidup berjauhan dengan Yusuf. Namun, semua itu terpaksa ia lakukan demi kesembuhan anak semata wayangnya itu. Sari yakin jika suatu hari nanti akan tinggal bersama lagi dengan Yusuf. “Ya Allah, kuatkanlah aku agar bisa menjalani hidup ini tanpa Yusuf lagi. Jika ini yang terbaik, hamba ikhlas. Lindungilah di mana pun anakku berada. Aaminn …,” doa Sari ketika sehabis salat istikharah agar keputusan yang diambilnya tidak salah. Selesai salat, Sari memandangi Yusuf dengan seksama. Entah mengapa air matanya tiba-tiba jatuh berderai. Terasa begitu sesak di d**a, membayangkan sebentar lagi ia kan berpisah

