ALMEERA 04

4636 Kata
Jangan sebut nama wanita lain jika sedang berdua, karena aku hanya ingin mengingat dirimu saja bukan yang lain.                                                             Arkaan Nuriel Erizally   "Kalau kita sedang berdua, tolong kamu jangan sebut nama Difa. Difa biar jadi urusan saya, kamu nggak usah mikirin dia. Maaf, saya nggak bisa bersikap baik ketika ada Difa. Sedangkan saya kan harus adil sama kamu juga? Kamu nggak keberatankan? Kalau saya bersikap cuek kalau ada Difa," jelas Arkaan. Penjelasan Arkaan membuat Almeera bingung, dan bahagia. Almeera bingung, karena perubahan sikap Arkaan yang tiba-tiba. Bahagia, karena mulai sekarang Arkaan bisa adil padanya. Dan Almeera bisa mendapat perhatian dari sang suami. Almeera mengangguk setuju, dengan perintah Arkaan agar tidak menyebut nama Difa kalau mereka sedang berduaan. "Al, filmnya udah mulai tuh. Nonton yuk," ajak Arkaan. Mereka terus menonton film sanam teri kasam, ternyata filmnya sangat seruu. Almeera dan Arkaan ikut hanyut dengan filmnya, bahkan Almeera sangat baper sampai nangis. Rasanya dia tidak akan sanggup menjadi Saru, dan merasa beruntung jika ada pria seperti Inder di dunia ini. "Mas, kalau Almeera jadi Saru kayaknya Almeera nggak sanggup deh," ujar Almeera dengan nada manja. "Saya percaya, kamu bisa. Karena kamu lebih kuat dari Saru," jawab Arkaan sambil membelai rambut Almeera yang tertutup hijab. Arkaan membelai rambut Almeera, membuat jantung Almeera terus deg-degkan. "Amin Mas, semoga aku bisa lebih kuat dari Saru. Mas aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Almeera hati-hati, karena takut Arkaan marah padanya. "Boleh kok, saya akan berusaha memenuhi semua keinginan kamu. Karena saya adalah suami kamu," jawab Arkaan lembut. "Mas bisa nggak biar nggak kaku, jangan pake saya kamu. Pake aku kamu, tau pake nama ajaa. Atau Mas nyebut kata Mas ajaa biar nggak aku," pinta Almeera. "Oke Mas mau kok, Mas akan coba." Arkaan reflek mengunakan kata Mas, bukan saya lagi. "Itu bisa?" "Itu reflek, tapi nanti Mas usahain kok." "Sip." "Oke." "Mas ada nggak ya cowok kayak Inder di dunia nyata?" tanya Almeera penasaran. "Kamu maunya ada apa nggak?" tanya Arkaan mengoda. "Ih Almeera kan nanya kok malah balik nanya, sebel tau nggak?" rengek Almeera manja. Gimana nggak kesel Almeera lagi serius nanya, bukan di jawab malah nanya balik. "Jawab aja Al dulu," titah Arkaan. "Mau dong, mau banget. Pengen di perlakukan kayak Saru, yang selalu di hujani kasih sayang." "Kalau kamu mau Mas bisa kok jadi Inder, dan menghujani kamu dengan kasih sayang terus."   Apa benar kamu bisa Mas seperti Inder? Sedangkan cintamu bukan buat Almeera. Yang ada kau mrnghujani dengan cinta palsumu, bukan cinta yang sebenarnya, batin Almeera. "Yakin bisa?" "Bisa dong, mau bukti?" "Maulah jelas, kan ngomong harus ada buktilah. Biar nggak mengumbar omong kosong dan janji," ujar Almeera tegas. Suara adzan mengema di ponsel Almeera pertanda waktunya sholat, Almeera memang sengaja memang Alarm adzan. Agar dia tau waktu sholat, sekarang sudah waktunya sholat magrip. "Itu alarm apa Al?" tanya Arkaan setelah mendengar bunyi alarm suara adzan. "Oh itu, alarm tandanya wakti sholat. Kan sekarang matahari sudah tenggelam, berarti sudah waktunya sholat magrib." Sudah waktunya sholat magrib, Arkaan punya ide untuk mengajak Almeera sholat magrib berjama'ah. "Al sholat berjama'ah yuk, sejak kita menikah kan kita belum perbah sholat berjama'ah," ajak Arkaan. "Boleh, ayok," jawab Almeera girang. Sholat berjama'ah di imami suami adalah salah satu impian Almeera, makanya Almeera sangat bahagia Arkaan mengajaknya sholat bareng. "Tapi Mas," lanjut Almeera. "Tapi kenapa?" "Kita kan belum mandi." "Ah iya kamu benar, sekarang kita mandi yuk." "Kamar mandi cuma satu, kalau gantian waktunya nggak akan cukup." "Bentar, biar Mas pikirin solusinya dulu." Almeera dan Arkaan mau sholat sedangkan mereka belum mandi, karena terburu-buru dan kamar mandi hanya satu. Arkaan tidak mungkin pergi ke kamar Difa untuk mandi, dan kbali ke kamar Almeera. Yang ada Difa akan cemburu, dan menyakit Almeera Arkaan tidak mau itu terjadi. Makanya Arkaan memikirkan solusi, dan Arkaan sudah mendapat solusinya. "Mas punya solusi biar kita nggak ketinggalan sholat magrip," ujar Arkaan yakin. "Apa solusinya?" tanya Almeera penasaran. "Solusinya ya kita mandi berdua," jawab Arkaan yakin. "Nggak," tolak Almeera. "Kenapa?" "Almeera malu Mas," jawab Almeera dengan wajah merah merona. Yang benar saja, mereka mandi berdua. Pasti Arkaan akan melihat tanpa sehalai benang pun, aurat Almeera kan belum pernah di liat siapa pun. "Nggak usah malu, kan Mas suami kamu. Nggak akan dosa kalau kita mandi berdua, kita kan suami istri. Sebagian pasangan biasanya sering melupakan suatu kebiasaan yang merupakan sunnah bagi ummat Islam, yakni mandi bersama pasangan. Tidak hanya sunnah, mandi bersama pasangan juga memberikan banyak manfaat di antaranya membantu dalam menambah kasih sayang antara suami istri dan menghidupkan rumah tangga yang semakin romantis. Mandi bersama pasangan ternyata juga pernah dilakukan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mandi bersama istri-istri beliau. Beliau mandi bersama Ummu Salamah (HR Al-Bukhari I/122 no 316, II/681 no 1828, Muslim I/243 no 296, I/256 no 324). Beliau juga mandi bersama Aisyah sebagaimana tuturan Aisyah, "Aku dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mandi bersama dari satu tempayan". (HR Al-Bukhari I/100 no 247) Aisyah juga berkata, "Aku mandi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari satu tempayan (yang diletakkan) antara kami berdua, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendahuluiku (dalam mengambil air dari tempayan) hingga aku berkata, "Sisakan air buatku, sisakan air buatku". Dan mereka berdua dalam keadaan junub. (HR Muslim I/257 no 321) Beliau juga mandi bersama Maimunah. ( HR Al-Bukkhari I/101 no 250, Muslim I/256 no 322) Selain dicontohkan Rasulullah, baru-baru ini sebuah studi menemukan, bahwa melakukan bersama seperti mandi dengan orang yang dicintai ternyata menyehatkan. Saat melakukan sentuhan fisik dari orang yang kamu cintai, secara otomatis otak mengirimkan sinyal untuk memberitahu saraf agar tenang. Dengan demikian, kegiatan ini membantu menyingkirkan sakit kepala," ceramah Arkaan. Tanpa menunggu waktu lama, Arkaan memgendong Almeera masuk ke kamar mandi. Mereka berdua masuk kamar mandi, dan mandi bersama. Saat Arkaan mengendong Almeera, perasaan Almeera tak karuan. Karena Almeera berfikir, apa Arkaan dan Difa sering mandi bersama? Memikirkan semua itu membuat kepala Almeera mendadak pusing. Setelah mandi bersama, Almeera dan Arkaan keluar dari kamar mandi. Mereka hanya mandi bersama tidak lebih, tapi Arkaan sudah melihat seluruh aurat Almeera. Arkaan menelan ludahnya setelah melihat tubuh Almeera yang sangat bagus, rasanya Arkaan ingin segera memangsa Almeera. Arkaan juga sudah melihat rambut Almeera yang sangat bagus dan lebat, ternyata Almeera tidak memakai hijab jauh lebih cantik dari pada Difa. Mereka sholat berjama'ah, setelah itu di lanjutkan tadarusan atas permintaan Almeera. Mereka tadarusan, sambil menunggu waktu isya. Arkaan merasa Almeera adalah seorang istri sholeha, yang selalu membuat suaminya tidak melupakan kewajibannya pada Allah SWT. Sejak dulu pacaran dengan Difa, Difa tidak pernah mengajak Arkaan sholat. Bahkan, Difa selalu membuat Arkaan melupakan kewajibannya kepada Allah SWT. Tadi Almeera juga mencium tangan Arkaan, yang membuat jantung Arkaan tidak berhenti berdisko. Setelah tadarusan, mereka berdua melanjutkan dengan sholat isya. Selesai sholat isya, mereka keluar untuk membeli bahan makanan. Mereka berdua sangat lapar, Arkaan sedang ingin makan masakan Almeera. Sedangkan di kamar mereka tidak ada bahan makanan, hotel tempat mereka menginap memang ada dapurnya. Seperti apartement lebih tepatnya, jelas hotelnya bagus dan mewah. Orang kamar yang di pakai Almeera, Arkaan yang bayar. Dan biaya menginap semalam adalah dua puluh juta uang rupiah, ya kira-kira segitulah jika di rupiahkan. Bagaimana dengan kamar yang di pesan Arman, pasti harga dua kali lipat karena luas kamarnya juga dua kali lipat. Sambil belanja untuk bahan masakan, mereka juga memutuskan sekalian jalan-jalan. Mereka berdua pergi ke swalayan migros. Mereka membeli berapa barang masakan, terus mereka langsung pulang ke hotel. Mereka berbelanja seperti pasangan suami istri lainnya, walau awalnya Almeera agak sedikit canggung. Almeera juga masih mengingat saat mereka berada di kamar mandi, mereka mandi bersama. Almeera baru pertama melihat aurat laki-laki dewasa, membayangkan itu semua membuat Almeera tertawa sendiri. Arkaan bingung melihat Almeera tiba-tiba tertawa sendiri, padahal tidak ada sama sekali yang lucu. Apa jangan-jangan Almeera kesambet, itulah yang ada di fikiran Arkaan ketika melihat Almeera tertawa sendiri. "Kenapa tertawa? Ada yang lucu? Siapa yang lucu, apa Mas lucu?" tanya Arkaan penasaran. "Ah nggak Mas, nggak tau kenapa lagi pengen ketawa," elak Almeera. Nggak mungkin Almeera jujur, jika dia sedangkan membayangkan kejadian saat tadi mandi bersama. "Kirain kamu kesambet, abis nggak ada yang lucu malah ketawa. Tapi emang di Swiss bisa ke sambet ya, kirain ke sambet cuma bisa di Indonesia ," gurau Arkaan. "Ih Mas Arkaan, masa Almeera di bilang ke sambet," rengek Almeera. Arkaan tertawa melihat Almeera merengek, Almeera terlihat sanget menggemaskan ketika sedang merengek.   ***   Aku mencintaimu Mas, bahkan sangat mencintaimu. Aku rela memberikan kesucianku padamu, hanya padamu suamiku sekaligus orang yang aku cinta.   Almeera Azzahra Alfathunissa   Mereka berdua sudah sampai Hotel, mereka langsung masak bersama. Lebih tepatnya Almeera memasak, sedangkan Arkaan mengganggu Almeera. Tak perlu waktu lama, masakan Almeera sudah siap. Jika tadi Arkaan yang menyuapi Almeera, sekarang Almeera yang menyuapi Arkaan. Arkaan yang menyuruh Almeera menyuapinya, sedangkan dia hanya menurut saja. Makan malam sudah selesai, Almeera juga sudah mencuci piringnya. Almeera kemudian menghampiri Arkaan yang sedang duduk di ranjangnya, Arkaan membuka bajunya katanya gerah. Dan karena itu, Almeera melihat tubuh seksi berotot milik Arkaan walau sudah melihatnya di kamar mandi tadi. Tapi sekarang, Arkaan semakin membuat Almeera tergoda. "Mendekatlah Al," suruh Arkaan, Almeera langsung mendekat dan duduk di dekat ranjang. "Apa Mas boleh minta hak Mas sama kamu?" tanya Arkaan lembut. Pasti tau dong hak apaan yang di maksud, apalagi kalau bukan meminta nafkah batin. Almeera diam, dia belum menjawab. Arkaan mengira Almeera akan menolak, karena menurut dia Almeera mana mau memberikan ke perawanannya untuk lelaki yang tidak di cintainya. Tanpa Arkaan tau, Almeera mencintainya. Bahkan sangat mencintainya, Almeera mencintai Arkaan sejak Arkaan mengucapkan ijab kabul. "Mas tahu kamu pasti menolak memberikan keperawanan kamu, karena ingin memberikan keperawan kamu untuk orang yang kamu cinta. Dan bukan Mas yang kamu cinta, makanya kamu nggak mau. Nggak papa kok, Mas ngerti," ujar Arkaan. "Dih Mas Arkaan cepat banget ngambil kesimpulan, padahal aku belum jawab. Eh udah ngambil kesimpulan duluan," ledek Almeera. "Yaudah, kamu mau nggak Al memberikan Mas nafkah batin?"" Almeera menjawab dengan anggukan, yang bertanda kamu mau. "Kamu beneran mau memberikan Mas nafkah batin?" "Iya Mas Arkaan, jangan sampai Almeera berubah fikiran loh." "Eh jangan dong, kamu beneran siap? Kamu mau memberikan keperawanan kepada orang yang kamu cinta?" Aku mencintaimu Mas, jadi tidak ada lagi menolaknya. Aku akan memberikan keperawananku padamu suamiku, sekaligus orang yanv sangat ku cintai, batin Almeera berkata. "Insya Allah Almeera siap Mas, Almeera yakin." "Sebelum melakukan itu, sebaiknya kita sholat sunah dua rakaat terlebih dahulu. Kamu nggak keberatankan?" Almeera mengeleng pelan. Setelah sholat sunnah dua rakaat, Arkaan dan Almeera duduk di samping ranjang. Sebelum melakukannya, Arkaan mencium kening Almeera sambil melafalkan do'a untuk melakukan hubungan intim. "BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNAASY SYAITHOONA WA JANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA. Artinya: 'Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami", kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.' " (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434)." Setelah melafalkan do'a, mereka berdua langsung melakukan hubungan intim di di awali dengan Arkaan mencium bibir Almeera dan dilanjutkan yang lain. *** Disisi lain, Difa baru saja pulang dari berbelanja. Dia belanja banyak barang, hingga menghabiskan ratusan juta uang yang ada di atm Arkaan. Difa bingung, kemana Arkaan? Sudah pergi sejak tadi, belum juga kembali. Katanya bertemu temannya, tapi kok lama sekali. Difa sangat mengkhawatirkan Arkaan, bukan khawatir dengan keadaan Arkaan. Khawatir, takut Arkaan pergi ke kamar Almeera lebih tepatnya. Difa menaruh dua puluh shopping bag di ranjangnya, dia kemudian memutuskan mandi. Setelah mandi, Difa mencoba menelfon Arkaan namun ponsel Arkaan sama sekali tidak bisa di hubungi. Difa keluar kamar, dia pergi ke kamar hotel Almeera. Dia mengetok pintu, namun sama sekali tidak ada sahutan membuat Difa memutuskan kembali kemarnya lagi. Difa berfikir positif, mungkin Arkaan sedang sangat sibuk dengan temannya dan ponselnya mati. Sebelum pergi ke kamar Almeera, Arkaan sengaja mematikan ponselnya. Agar tidak ada yang menggangunya saat bersama Almeera, sekalipun itu Difa. *** Alarm berbunyi, menunjukan sekarang sudah pukul tiga subuh. Biasanya pukul segitu Almeera akan bangun dan sholat tahajud, sekarang pun dia bangun. Betapa kagetnya dia melihat Arkaan ada di sampingnya, Almeera dan Arkaan tidak menggunakan sehelai benang pun. Almeera baru ingat, bahwa semalam Almeera sudah melakukan hubungan suami istri dengan Arkaan. Almeera sangat bahagia, ternyata bulan madu yang awalnya kesedihan menjadi kebahagian buat Almeera. Sekarang, Almeera sudah menjadi milik Arkaan seutuhnya. Karena takut waktu sholat tahajud habis, Almeera langsung bangun untuk mandi junub. Sebelum mandi, Almeera membangunkan Arkaan terlebih dahulu. Tanpa di sangka, Arkaan bangun langsung menggendong Almeera menuju kamar mandi untuk mendi bersama lagi. Setelah mandi bersama, Arkaan dan Almeera sholat tahujud bersama. Baru kali ini, Arkaan menjalankan sholat tahajud. Karena biasanya, pukul segini Arkaan masih nyenyal dalam mimpinya. Selesai sholat, Arkaan pamit pada Almeera untuk kembali ke kamar Difa. Dia tau, Difa pasti semalam mencarinya. Sebelum pergi, Arkaan mencium kening dan bibir Almeera sekilas hingga membuat pipi Almeera merah merona. "Jangan masukin ke hati ya, ucapanku jika bersama Difa," pinta Arkaan sebelum keluar kamar hotel Almeera. Arkaan masuk ke kamar hotelnya dengan Difa, Arkaan langsung masuk karena memang memegang kunci cadangan. Arkaan juga tidak mengucapkan salam, percuma salam jika tidak di jawab. Arkan sudah masuk kamar, di depan pintu sudah ada Difa yang menatap Arkaan dengan tatapan marah. "Dari mana aja Ar kok baru pulang?" tanya Difa dengan ketus. Mood Arkaan sungguh berantakan, saat melihat Difa dengan tatapan marah dan berkata ketus padanya. Suami pulang, bukan di sambut malah marah-marah. "Ketemu temen, terus aku nginep di apartement temenku," jawab Arkaan berbohong. "Kita kan kesini buat bulan madu, kenapa kamu malah nginep di rumah temen kamu. Jangan bilang temen kamu cewek, terus di sana kamu tidur sama cewek itu. Awas aja kalau iya, aku obrak abrik apartementnya. Atau perlu aku bakar sekalian sama penghuninya, marah Difa. Dan yang paling nggak di suka Arkkan dari Difa adalah, Difa selalu curiga padanya. Suka menuduh tanpa bukti seperti tadi, Arkaan memang tidur sama cewek lain. Tapi cewek lain itu adalah istrinya sendiri, istri sahnya di mata agama dan hukum. "Kamu jangan asal nuduh, aku nggak mungkin kayak gitu. Dan temenku cowok tinggal di Swiss, dia temen kecilku dulu. Namanya Devon, kalau nggak percaya nanti aku ajak ke apartemennya," ujar Arkaan kesal karena di tuduh-tuduh, kesannya Arkaan cowok apaan yang menabur benih di rahim banyak cewek. Arkaan tidak berbohong tenteng Devon, tapi kalau nanti ketemu pasti Devon mau membantunya berbohong dan bilang semalam Arkaan menginap di apartementnya. "Maaf aku kan cuma takut kamu selingkuh," ujar Difa menyesal. Selingkuh? Sorry ya Arkaan adalah cowok setia, buat apa selingkuh Arkaan juga udah punya istri dua. Mau nambah? Nggak deh, bagi Arkaan dua istri cukup. "Iya, asal kamu jangan menuduh aku terus. Aku nggak suka." "Iya, tapi kamu benerankan nggak ke tempat cewek lain? Atau jangan-jangan kamu ke kamar Almeera, terus kamu tidur sama Almeera iya? Terus kalian malam pertama iya?" Arkaan diam tak berkutik, karena tuduhan yang ini memang benar adanya. Tadi Arkan juga tidak bisa mengaku, karena jika dia mengaku Almeera pasti akan ada dalam bahaya. "Apaan sih kamu pake bawa-bawa nama Almeera? Mana mungkin aku tidur disana, dan malam pertama sama Almeera mustahil kayaknya. Kamu kan tau, kemaren waktu tidur di kamar Almeera di suruh Papa aja Almeera aku suruh tidur di sofa. Aku sama sekali nggak tertarik sama Almeera, jadi aku nggak akan menyentuh Almeera," ujar Arkaan berbohong. "Benar juga kata kamu, kalau kamu mau pasti udah dari kemaren malam pertama sama Almeera, " kata Difa percaya dengan ucapan Arkaan. Arkaan sangat bersyukur Difa bisa percaya padanya, dan tidak curiga lagi. "Iya, udah ah jangan bahas Almeera aku males." Arkaan langsung jalan ke ranjang, bertapa terkejutnya melihat shopping bag milik Difa yang sangat banyak. "Ini semua shopping bag punya kamu?" tanya Arkaan. "Hehehe iya," jawab Difa nyengir. "Kamu belanja sebanyak ini buat apaan?" "Buat di pakelah, masa di buang." "Tapi itu terlalu banyak, kamu belanja abis berapa?" " Nggak kok, ini semua bagus-bagus cocok buat aku. Mumpung di Swiss, jadi aku belanja yang banyak sekalian. Ratusan juta lebih deh kayaknya," jawab Difa santai. Arkaan kaget bukan main, sehari di Swiss sudah berbelanja sebanyak itu. "APAA SEHARI KAMU ABIS LEBIH DARI RATUSAN JUTA?" tanya Arkan dengan nada tegas. "Hehehe iya, kamu nggak usah marah-marah dong. Uang kamu kan banyak, jadi nggak bakal abis," ujar Difa takut. "Uangku memang banyak, tapi nggak harus boros juga. Kita harusnya beli seperlunya aja, toh kita masih beberapa hari di Swiss jadi sehari kamu nggak usah belanja banyak-banyak," omel Arkaan. "Maaf," ujar Difa menyesal. Arkaan tidak memperdulikan Difa yang menyesal, dia langsung mengambil dan menyalahkan ponsel yang dari kemarin dia matikan. Dan Arkaan sangat kaget, melihat total belanjaan Difa yang mencapai 800 juta dalam sehari. Dan dalam atm Arkaan yang di pegang Difa, saldonya tinggal 50 juta. "Kamu gila? Masa sehari habis 800 juta, kamu boros banget tauu. Kamu sebagai istri, harusnya bisa mengatur keuangan suami. Bukan cuma bisa ngabisin doang," marah Arkaan kemudian pergi dari kamar Difa, kalau Arkaan masih disitu dia akan semakin marah tidak bisa memendam emosinya lagi. Sedangkan Difa, abis di marahi abis-abisan oleh Arkaan suaminya sedang menangis sesenggukan. Dia menyesal belanja sebanyak itu, kalau tau Arkaan akan marah dia tidak akan belanja sebanyak itu. Sekarang Arkaan marah, dan akan sangat susah di bujuk. Difa juga takut, Arkaan marah padanya dan malah berpaling ke Almeera. Difa nggak mau itu terjadi, sampai itu terjadi Difa tidak akan membiarkan mereka bahagia. Baik Arkaan, atau Almeera. ***   Aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik wanita lain, kamu milikku Ar. Bukan milik wanita lain. Adifa Ashalina Fauza   Difa mengamuk, memberantakan kamar hotelnya. Difa membuang shopping bag, yang berisi semua beranjaannya. Buat barangnya, jika gara-gara barang itu Arkaan marah padanya. Difa memang mencintai Arkaan, dia tidak mau sampai Arkaan berpaling darinya. Karena Arkaan adalah hidupnya, jika Difa dan Arkaan berpisah Difa akan jadi miskin. Ponsel Difa berbunyi, Difa mengira yang menghubunginya adalah Arkaan suami. Ternyata salah, yang menghubungi Difa adalah Lita managernya. Difa penasaran, kenapa Lita tiba-tiba menelfonnya. Pasti ada sesuatu yang penting, Difa langsung mengangkat telfonnya. Assalamualaikum Iya, Lit. Kenapa? Karena penasaran, Difa langsung to the points saja tidak mau basa-basi lagi. Jawab salam dulu kali Dif, buru-buru banget kayaknya. Abisnya gue kepoo, ngapain loe telfon gue. Udah tau kalau gue itu lagi bulan madu, eh elo malah nelfon. Cepatan jawab, ada apa loe telfon gue? Difa memang kesal setengah mati, jika sedang sibuk malah di ganggu. Sekarang kan, Difa sedang bulan madu. Dia tidak mau dong, di ganggu siapapun. Walau bulan madunya hancur, karena ulahnya sendiri. Gue mau kasih tau kabar gembira buat loe Dif. Kabar gembira? Kabar gembira apaa ya yang di maksud Lita? Kabar gembira apaan Lit? Loe di tawarin jadi model lagi, bahkan PH yang kali ini lebih gede dari sebelumnya. Mereka mau pake loe jadi modelnya, uhh gue seneng banget akhirnya loe bisa jadi model lagi dan gue nggak nganggur lagi. Loe serius kan Lit? Nggak lagi boongin gue kan? Difa tidak seratus persen percaya dengan omongan Lita, karena Lita memang tukang boong dan jail. Lita sering banget jailin Difa, makanya sekarang Difa trauma dan nggak mau percaya lagi sama Lita walau Lita managernya. Kagaklah, gue seru ini. Loe nggak percaya banget sama gue. Heh, gimana gue mau percaya loe aja tukang boong sering boongin gue. Sekali aja loe boong sama orang, selamanya orang itu nggak akan pernah lagi di percaya loe. Termasuk gue, lah mending loe boong sekali loe bahka udah berkali-kali boongin gue k*****t. “Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (Q.S. 40 : 28). Dan firman Allah : “Kemudian marilah kita bermubahalah (bersumpah) kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta” (QS. 3 : 61). Kemudian Nabi SAW berwasiat agar kaum muslimin berpegang teguh pada kejujuran dan membuang jauh-jauh sifat pembohong. Dalam hadits berikut beliau bersabda : “Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim ) Rasulullah pernah bersabda pula : “Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.). Maaf deh Dif kalau gue sering boongin loe, tapi kali ini gue serius gue sama sekali nggak boong. Gue ada buktinya bentar lagi gie kirimin Ss gue sama yang minta loe jadi model PH itu. Notifikasi pesan masuk, ternyata Lita tidak bohong dia me ngirimkan bukti screen shootsnya ke Difa. Ahh, ternyata benaran. Maaf ya, tadi gue nggak percaya sama elo. Eh ngomong-ngomong apa sih nama PHnya? Fanderwich Entertaiment, selain jadi model loe juga bisa main sinetron Dif. Bahkan Film juga bisaa, kalau mereka liat loe jago akting juga. Fanderwich Entertaiment? Siapa yang tidak kenal PH itu. PH yang sangat terkenal dan besar, bahkan PH itu sudah berkerja sama denga  seluruh negara maju di Eropa. Model yang kerja disana, kebanyakan sudah menjadi model internasional. Keren bukan? Kerena banget malah. Dan artis FE singkatan dari Fanderwich Entertaiment itu, banyak yang sudah main film hollywood. Difa senang bukan main, akhirnya aja PH yang nawarin dia jadi model lagi bahkan lebih besar dari sebelumnya. Jadi model internasional adalah impiannya, dan dengan menjadi model di PH itu dia akan bisa mewudujkan mimpinya menjadi model internasional. Mood Difa yang semula buruk karena abis bertengkar dengan Arkaan sekarang kembali bagus lagi. Lita gue seneng banget, bentar lagi gue bakalan bisa mewujudkan mimpi gue jadi model internasional. Iya, gue ikut seneng kok. Jangan lupa gaji gue di naikin dua kali lipat wk wk. Kampret loe meres gue yaa, gaji loe itu udah banyak kalau dua kali lipat makin banyak atuh. Gue bakal naikin kok, tapi nggak dua kali lipat dari sebelumnya. Bercanda kali Dif, loe mah terlalu di bawa serius. Tapi gue serius kok, gue bakalan naikin gaji loe. Btw kapan gue mulai kerjanya? Loe mulai kerjanya besok. Ucapan Lita membuat Difa kaget, bagaimana mungkin besok dia kerja padahal dia sedang berada di Swiss untuk berbulan madu. Loe gila Lit, loe tau kan gue lagi bulan madu. Terus loe bilang gue kerja besok, gimana bisa? Itu semua permintaan dari sananya, kalau loe nggak mau mereka akan batalin kontrak. Karena menurut mereka loe nggak disiplin. Jangan besok deh, kapan gitu loe bilang sama pihak sana. Gue kan lagi bulan madu, masa gue harus pulang sekarang juga. Loe juga, kenapa baru kasih tau gue sih? Nggak bisa, mereka mau besok kalau nggak loe kehilangan kontrak. Dan nggak bakal bisa, mewujudkan impian loe. Loe mau kehilangan kesempatan emas, kesempatan ini nggak bakal dua kali. Difa sangat bimbang, satu sisi ada Arkaan satu sisi ada impiannya menjadi model internasional. Difa bingung, mau mengkorban siapa. Terus gue harus gimana? Satu-satunya solusi loe harus pupamg ke Indonesia malam ini juga. Atau loe mau kehilangan kesempatan emas? Pulang ke Indonesia? Terus bagaimana dengan Arkaan? Sekarang saja hubungannya dan Arkaan sedang tidak baik, kalau dia pergi makin marah nanti Arkaannya. Dan kalau dia pergi, Arkaan akan berdua-duaan dengan Almeera. Mereka semakin lama semakin dekat, dan Difa nggak akan mau itu terjadi. Gue nggak bisa pulang ke Indo Lit. Difa terpaksa menolak solusi dari Lita, tapi dia juga nggak ikhlas melepaskan kesempatan emas itu. Ya gue mah terserah loe aja, yang penting gue udah kasih tau loe. Awas aja sampe loe nyesel, kesempatan emas nggak bakal datang dua kali. Setelah di pikir-pikir oleh Difa, ternyata benar apa yang di katakan Lita. Difa akan sangat menyesal bila menolak tawaran itu, dengan terpaksa dia harus meninggalkan Arkaan dan Almeera. Gue mau, sekarang juga gue bakal balik ke Indo. Good, keputusan loe udah bener. Gue tunggu loe di Indo. Lita langsung mematikan telfonnya, Difa langsung memesan tiket pesawat untuk pulang ke Indonesia. Tanpa izin Arkaan, Difa sudah tidak ada waktu lagi untuk meminta izin Arkaan. Toh Difa sudah mencoba menghubingi Arkaan, tapi ponsel Arkaan tidak bisa di hubungi. Difa langsung membereskan barang-barang, dan pergi ke bandara. Karena sebentar lagi, pesawat yang Difa pesan akan take on. Sebelum pergi, Difa menulis surat untuk Arkaan. *** Dilain tempat Arkaan pergi ke apartement Devon, dia ingin menyendiri dulu tanpa ada Almeera atau Difa. Arkaan memencet bel apartemen Devon, tak lama kemudian Devon keluar dari apartemennya. "Arkaan!" Devon kaget melihat Arkaan sahabatnya berada di Swiss, dan berada di depan apartemennya. "Iya, ini gue," ujar Arkaan langsung nyelonong masuk ke apartemen milik Devon. Devon masuk mengikuti Arkaan, mereka berdua duduk diruang tamu. "Lo ke Swiss kok nggak ngabarin sih," omel Devon. "Gue ke Swiss mendadak," jawab Arkaan cepat. "Loe ke Swiss sendiri?" Arkaan mengelengkan kepalanya, tanda dia tidak sendiri. Arkaan kan memang tidak sendiri, tapi bersama kedua istrinya. "Sama siapa ajaa?" "Sama kedua istri gue." Devon kaget bukan main, mendengar sahabatnya mempunyai istri dua. "Hah! yang benar loe punya istri dua?" "Benerlah, masa gue boong? Nggak penting tau nggak." "Wow loe keren banget bro, gue aja belum punya istri satu pun." Devon memamg belum menikah, jangankan istri pacar aja Devon tak punya. "Keren mata loe peyang, dikira nggak ribet apa punya istri dua. Pria yang punya istri dua itu harus bisa adil, di kira adil itu gampang," jelas Arkaan. "Hahaha gue kan nggak tau, nggak ngerasain juga. Jadi ya gue kira emang enak, eh gimana ceritanya?" tanya Devon penasaran. Tanpa fikir panjang, Arkaan langsung menceritakan semua pada Devon. Tentang Almeera dan Difa, tanpa lupa tentang perasaannya juga. "Kisah loe sangat rumit bro, gue ikut bingung gimana kisah loe dan kedua istri loe selanjutnya," ujar Devon setelah mendengar cerita dari Arkaan. "Iya, rumit banget. Sampai gue pusing tau nggak, apa lagi sikap Difa yang boros dan suka nuduh lama-lama bikin gue enek." "Sabar ajaa bro, eh loe di Swiss berapa hari?" "Semingguan kayaknya Von," jawab Arkaan setelah berfikir, rencananya dia di Swiss memang hanya seminggu tidak lebih. Karena Arkaan hanya cuti seminggu, bisa saja bertambah tapi kerjaan Arkaan akan semakin numpuk. "Cepet ya? Tinggal lima hari berarti ya? Eh, gue mau dong ketemu kedua istri. Penasaran gue, secantik apa mereka," ujar Devon. Devon sangat penasaran, dan ingin bertemu dengan kedua istri Arkaan sahabatnya. "Nanti besok, atau kapan gue kenalin sama mereka berdua deh. Oh iya lupa gue, gue mau minta tolong sam loe Von. Loe mau kan Von nolongin gue?" "Kalau gue bisa, gue pasti bantu loe kok. Emang loe mau minta tolong apaan Ar?" "Gampang kok, loe cuma jawab semalem gue nginep di apartemen loe kalau Difa istri pertama gue." Arkaan benar-benar melakukan niatnya menyuruh Devon berbohong, agar Difa tidak lagi mencurigainya. "Wah parah loe, masa loe nyuruh gue boong sih. Loe gila Ar," hardik Devon pada Arkaan, karena Devon tidak mau di suruh berbohong oleh Arkaan. "Pleasee Von, ini bakalan jadi masalah besar kalau loe nggak mau bantu gue. Difa pasti ngamuk," pinta Arkaan dengan memasang muka melas. Sebenarnya, Devon nggak mau disuruh berbohong tapi dia tidak mau karena itu dia membuat sahabatnya terkena masalah besar. "Oke, gue mau bohong demi loe Ar. Tapi cuma sekali yaa, gue nggak mau boong lagi pokoknya. Gue boleh tau nggak? Emang semalam loe tidur di mana?" tanya Devon penasaran. "Gue tidur di kamar istri kedua gue Almeera," balas Arkaan. "Kenapa nggak jujur aja sih loe sama istri pertama loe? Kalau semalem loe tidur sama istri kedua loe," saran Devon. "Nggaklah, Difa bisa-bisa ngamuk ke Almeera. Gue nggak mau Almeera kenapa-napa gara-gara Difa, makanya gue belum bisa jujur," jelas Arkaan. "Tapi Ar, loe harusnya belajar jujur. Jangan terus-terusan bohong, karena akan jadi boomerang buat hidup loe sama Almeera," ujar Devon. "Iya Von, gue akan jujur. Tapi nggak sekarang." "Yaya terserah loe aja, pulang sana," usir Devon. "Lo ngusir gue Von?" "Iya, soalnya gue mau ada meeting sama client penting. Atau loe mau sendirian di apartement gue? Boleh kok." "Oke, mending gue pergi aja. Gue mau balik ke hotel aja deh."  Mereka berdua keluar dari apartemen, dan pergi ke tujuan masing- masing.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN