Di negara berbeda, tepatnya di Indonesia. Ada dua pasangan yang sudah berusia setengah abad, ada dua pria dewasa seumuran dengan Arkaan dan wanita dewasa seumuran dengan Almeera sedang bercengkrama. Lebih tepatnya sedang merencanakan sesnuatu, merencakan untuk mendekatkan Arkaan dan Almeera. Mereka itu adalah Arman, Arana, Fatimah, Abdul, Farzan, Kayra dan tidak lupa Adik sepupu Almeera yang bernama Renaldo Fendo Edwich. Renaldo Fendo Edwich yang kerap disapa Edo adalah Owner dari Fenderwich Entertaiment, ya dia yang telah merencakan semua itu dengan bantuan orangtua Arkaan dan Almeera, tidak lupa Farzan mantan tunangan Almeera dan Kayra sahabat Almeera.
Edo sebenarnya lebih tua dari Almeera, tapi karena Mama Edo adalah Adik Abdul dia harus memanggil Almeera dengan sebutan Kak.
Edo sangat menyayangi Kakak sepupunya yaitu Almeera, dia kan melakukan apa saja untuk membuat Almeera bahagia. Sampai menjadikan Difa model di PHnya, padahal menurutnya Difa sama sekali tidak layak menjadi berkerja sama dengan PHnya.
Ya semuanya adalah rencana mereka semua, mereka tahu jika Difa akan memilih menjadi model di PHnya dibanding tetap berada di Swiss bersama Arkaan dan Almeera. Dengan begitu, Arkaan dan Almeera akan menjadi dekat.
Dan perkiraan mereka bebar sekali, Difa menerima kontrak dari PH milik Edo.
Mereka juga yang menyuruh sekretaris Edo untuk bilang, bahwa Difa besok harus mulai kerja jika tidak kontrak akan dibatalkan.
"Rencana kita berhasil, sekretaris Edo tadi baru ngabarin ternyata Difa setuju. Dan besok Difa akan mulai kerja," ujar Edo senang.
"Alhamdulillah," balas semua bersyukur.
"Berarti kita sekarang harus melaksanakan rencana selanjutnya," ajak Edo.
"Iya, tapi rencana selanjutnya kita mulai dua hari lagi. Biar dua hari ini mereka menghabiskan waktu di Swiss," saran Farzan. Farzan tidak cemburu pada Arkaan dan Almeera, padahal dia masih sangat mencintai Almeera. Menurutnya, jika Almeera bahagia dengan Arkaan Farzan pasti juga ikut bahagia. Jika Almeera menderita, Farzan berjanji akan membuat orang yang menyakit dan membuat Almeera menderita akan lebih menderita dari Almeera.
"Nah benar juga saran Mas Farzan, kita mulai dua hari lagi rencanannya," ujar Kayra setuju demgan ucapan Farzan.
Mereka pun membicarakan rencana selanjutnya. Edo jadi mengingat awal dia datang dari Belanda, untuk bertemu dengan Almeera Kakak sepupu yang paling dia sayang.
Flash back
Seorang pria tampan baru turun dari pesawat menunggu jemputan, tak lama jemputan datang dengan memakai mobil Alpard. Pria itu adalah Edo, dia baru datang dari Belanda. Kedatangannya ke Indonesia untuk bertemu dengan Almeera, Edo langsung pergi rumah orangtua Almeera.
Edo sydah sampai di rumah orangtua Almeera atau rumah Omnya, Edo langsung masuk dan bertemu dengan Omnya.
"Assalamualaikum,"salam Edo seraya mencium tangan Abdul.
"Waalaikum salam Do, kamu kapan pulang ke Indonesia?" tanya Abdul kaget melihat kedatangan keponakannya, pasalnya Edo keponakannya tinggal di Belanda bersama keluarganya.
"Barusan aja Om," jawab Edo seraya duduk di sebelah Omnya.
"Kamu kok nggak bilang-bilang mau ke Indo? Kalau bilang kan Om sama Tante bisa siapin kamar kamu," ujar Abdul.
"Mendadak Om," balas Edo singkat.
Edo memang sangat mendadak ke Indonesia, dia ke Indonesia karena merindukan Almeera.
Fatimah keluar dari dapur membawa dua cangkir teh hangat, dia tadi melihat keponakannya baru datang jadi sekalian dia buatkan teh hangat.
"Di minum tehnya Do," titah Fatimah.
"Iya, Tan makasih," jawab Edo seraya meminum teh hangat buatan Fatimah. Teh buatan Fatimah memang sangat enak, tidak ada yang bisa mengalahkan rasa teh buatan Fatimah. Dan bakat Fatimah menurun pada Almeera putri tunggalnya.
"Oh gitu, gimana keadaan Mommy dan Daddymu di Belanda Do?"
"Mereka baik kok, Om sama Tante juga baik saja kan?"
"Alhamdulillah Om sama Tante juga baik-baik saja kok."
"Gimana keadaan Kak Almeera Om?" Nggak mau basa-basi lagi, Edo langsung menanyakan Almeera.
"Alhamdulillah, Almeera Kakak sepupu kamu baik-baik saja."
"Dimana dia Om? Edo kok dari tadi tidak melihatnya, apa Kak Almeera sedang kerja di kantor Farzan?"
"Om tidak tau, karena Almeera sudah tidak tinggal disini."
Abdul dan Fatimah tidak tahu jika Almeera pergi bulan madu, karena Almeera tidak bilang apa-apa pada mereka. Almeera kan perginya mendadak, jadi Almeera tidak sempat bilang ke orangtuanya.
Tidak tinggal di sini? Terus Almeera tinggal di mana? Edo sangat penasaran, sekarang dimana tempat tinggal Almeera.
"Memang sekarang Kak Almeera tinggal di mana?" tanya Edo penasaran.
"Almeera tinggal di rumah mertuanya," jawab Fatimah.
"Kak Almeera sudah menikah dengan Farzan? Kok nggak ngundang Edo, Farzan juga nggak bilang ke Edo," tanya Edo bingung.
"Almeera tidak menikah dengan Farzan, tapi Almeera menikah dengan pria lain yaitu Arkaan," jawab Fatimah.
"Kok bisa?"
Mereka pun langsung menceritakan semua pada Edo, menceritakan semua dari awal tidak ada sama sekali yang mereka tutup-tutupi.
Edo dibuat kaget, karena mendengar Almeera sudah menikah parahnya menjadi istri kedua. Edo tidak mau Almeera menderita, dia mendatangi rumah keluarga Arkaan.
Yang membuat Edo kesal, karena mereka tidak mengundangnya ke pernikahan Almeera. Segitu tidak pentingnya kah dia? Sampai tidak di undang. Setelah di tanya, mereka bilang pernikahannya sangat mendadak dan tidak ingin menganggu Edo yang sedang kuliah S3.
"Om, Tante. Edo boleh minta alamat keluarga Arkaan," pinta Edo.
"Untuk apa Do?" Yang bertanya bukan Abdul, melainkan Fatimah.
"Edo mau kesana, Edo mau ketemu Kak Almeera. Edo kangen banget sama Kak Almeera Om, Tan," jawab Edo.
Mereka langsung memberikan Edo alamat keluarga Erizally, dan Edo langsung meluncur kesana. Tak perlu waktu lama, Edo sudah sampai di depan rumab keluarga Erizally.
Edo mengetuk pintu sambil menngucapkan sakam, tidak lama kemudian keluarlah wanita paruh baya.
"Cari siapa ya Nak?" tanya wanita paruh baya itu.
"Cari Kak Almeera Tan," jawab Edo lantang.
Wanita paruh baya itu menyeritkan kening tanda bingung, kok ada lelaki yang mencari menantunya. Ya wanita paruh baya yang membuka pintu adalah Arana, ibu mertua Almeera.
"Kamu siapanya Almeera ya?" tanya Arana. Arana tidak mau salah menuduh, makanya lebih baik Arana bertanya pada pria yang mencari menantunya.
"Saya Edo Tan, adik sepupu Almeera. Keponakan Om Abdul," jelas Edo.
"Oh sepupu Almeera, saya kira siapa. Almeera sedang berada di Swiss nak, sedang bulan madu," jawab Arana.
Disana Edo tau, jika Kakak sepupunya sedang pergi ke Swiss untuk bulan madu. Dan bulan madunya bukan berdua, tapi bertiga. Sampai akhirnya, Edo memikirkan sebuah rencana untuk membuat Almeera bahagia. Tapi Edo tidak bisa melakukannya sendiri, di harus meminta bantuan orangtua Almeera dan Arkaan dan Farzan mantan tunangan Almeera. Edo mengenal Farzan mantan tunangan Kakak sepupunya, karena Edo adalah sahabat baik Farzan.
Edo selalu tau kabar Almeera dari Farzan, tapi kabar pernikahan Almeera kenapa Farzan tidak mengabari atau memberi tahunya? Ah sudahlah, semua sudah terjadi.
Sedangan Kayra, Farzan yang mengajak Kayra ikut. Karena saat Edo menghubungi Farzan, dia sedang bersama dengan Kayra di sebuah restoran.
Mereka ikut saja dengan rencana Edo, demi kebahagian Almeera mereka mau melakukan apa saja. Mereka langsung bertemu di rumah keluarga Almeera, mereka merencakan semua.
Soal Difa yang seorang model, orangtua Arkaan yang memberitahunya. Mereka kesal karena ingin yang bulan madu hanya Arkaan dan Almeera, eh Difa malah ikut. Hinggal tercipta sebuah ide di otak cermerlang Edo, Edo yang punya PH. Mengunakan PHnya untuk mengerjai Difa, Edo meminta Difa menjadi model di PHnya dan segera pulang ke Indonesia.
Flash back of.
Tidak lama kemudian, Fatimah keluar dari dapur dan mengajak semuanya untuk makan sianv di rumahnya. Karena dia sudah memasak sangat banyak, mereka menerima ajakkan makan siang Fatimah karena tidak mau menolak Rezeki.
Masakan Fatimah sangat lezat, mereka semua memuji masakan Fatimah. Orangtua Arkaan jadi tau, asal Almeera jago masak karena turunan dari Fatimah.
***
Bodohnya aku, karena pernah menyiayiakanmu. Padahal dirimu adalah bidadari surga yang dikirim Allah SWT, untuk menjadi pendampingku.
Arkaan Nuriel Erizally
Kembali di negara Swiss.
Arkaan memutuskan untuk kembali ke kamar hotel Difa, saat masuk dia kaget. Kok tidak ada Difa di kamar, atau Difa sedang pergi belanja lagi. Rupanya Difa belum insyaf, padahal sudah di marahi oleh Arkaan.
Saat mendekat ke ranjang, Arkaan menemukan surat. Ternyata surat itu dari Difa untuk Arkaan, Arkaan langsung membuka dan membaca surat itu.
Dear Arkaan
Maaf, aku boros banget kemarin. Maaf, aku harus kembali ke Indonesia sekarang juga. Aku mendapat tawaran menjadi model, di PH Fenderwich. Kamu pasti tau kan? Ya itu PH yang sangat besar, jika aku bisa menjadi model di sana. Aku akan jadi model internasional, dan menjadi model internasional adalah impianku. Sekarang waktunya aku untuk mewujudkan impianku jadi nyata, jadi aku nggak bisa buang kesempatan emas ini. Aku nggak mungkin menolaknya, karena ksempatan ini tidak akan datang dua kali. Maaf, aku harus memilih pekerjaanku dari pada bulan madu kita. Aku janji, saat aku sedang tidak sibuk kita akan pergi bulan madu lagi. Maaf, aku tidak meminta izinmu. Aku sudah mencoba menghubungimu, tapi ponselmu tak bisa di hubungi. Jadi aku putuskan untuk menulis surat, jika kamu membaca surat ini. Berarti aku sudah berangkat ke Indonesia. Sayang, aku mohon kamu bisa saja berdua dengan Almeera di Swiss. Tapi aku minta, jagalah kesetiaan cintamu. Aku pun begitu, menjaga kesetiaan cintaku untukmu. Sayang, aku sangat mencintaimu.
Adifa Ashalina Fauza
Your Wife
Amarah Arkaan semakin menjadi-jadi, tau Difa pulang ke Indonesia tanpa izinnya. Difa lebih milih pekerjaannya, dari pada dirinya. Padahal selama ini Arkaan selaku membela Difa di depan orangtuanya, dan sekarang Difa sama sekali tidak menghargainya.
Padahal seorang istri kemanapun dia pergi harus seizin suami, Difa tidak memerlukan itu. Difa benar-benar membuat Arkaan sangat muak.
Seorang istri diharamkan untuk keluar tanpa izin suami, kecuali karena alasan darurat. Seperti membeli makanan, karena tidak ada yang mengantarkan makanan kepadanya. (Mathalib Ulin Nuha, 5/271)
Dari pada memikirkan Difa, yang membuat Arkaan semakin marah. Arkaan akhirnya memutuskan ke kamar Almeera, Difa pulang berarti dia bisa bersama Almeera.
Arkaan sudah berada di depan pintu kamar hotel Almeera, Arkaan sudah memegang kunci cadangan jadi dia bisa langsung. Saat masuk ke kamar hotel Almeera, Arkaan mendengar ada sebuah suara yang sangat merdua sedang bersholawat.
Bidadari didadam
Bidadari didadam
Bidadari didadam
Didam
Dengan kasihmu ya Robbi
Berkahi hidup ini
Dengan cintamu ya Robbi
Damaikan mati ini
Ternyata yang bersholawat adalah Almeera, Almeera bersholat lagu Ya maula yang di populerkan oleh Nisya Sabyan. Suara Almeera sangat merdu, bahkan lebih merdu dari Nisya sendiri.
Arkaan langsung memeluk Almeera dari belakang, dan perlakuan Arkaan itu membuat Almeera kaget.
Arkaan mengajak Almeera duet bershalawat Ya maulan, Arkaan juga mengirinya dengan gitar. Kebetulan, Arkaan memang bisa bermain gitar.
Bidadari didadam
Bidadari didadam
Bidadari didadam
Didam
Dengan kasihmu ya Robbi
Berkahi hidup ini
Dengan cintamu ya Robbi
Damaikan mati ini
Saat salahku melangkah
Gelap hati penuh dosa
Beriku jalan berarah
Temuimu di surga
Terima sembah sujudku
Terimalah doaku
Terima sembah sujudku
Izinkan ku bertaubat
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Saat salahku melangkah
Gelap hati penuh dosa
Beriku jalan berarah
Temuimu di surga
Terima sembah sujudku
Terimalah doaku
Terima sembah sujudku
Izinkan ku bertaubat
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Terima sembah sujudku
Terimalah doaku
Terima sembah sujudku
Izinkan ku bertaubat
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
Maulana ya maulana
Ya sami' duana
"Suaramu sangat indah dan merdu sayang," puji Arkaan setelah selesai menyanyi.
Mendengar Arkaan memanggilnya sayang, pipi Almeera merah merona.
"Mas tadi ngomong apa?" tanya Almeera pura-pura tidak dengar.
"Apaa ya Mas lupa," ujar Arkaan pura-pura lupa.
"Ah Mas Arkaan mah pura-pura lupa," rajuk Almeera.
Arkaan terkekeh melihat Almeera merajuk, ternyata istri cantiknya bisa merajuk juga.
"Iya, Sayang. Tadi Mas bilang suaramu sangat indah dan merdua sayang. Kamu puas sayang?"
"Hehehe puas banget, Mas Arkaan manggil aku sayang. Emang Mas Arkaan udah sayang sama Almeera?" tanya Almeera mengoda.
"Mungkin sekarang belum, tapi Mas akan belajar menyayangi dan mencintaimu. Apa kamu mau menunggu sampai Mas menyanyangi dan mencintaimu?"
Almeera menganguk, pertanda dia mau menunggu saat itu tiba.
"Hmm Mas Arkaan, Almeera boleh tanya nggak?" tanya Almeera ragu-ragu.
"Tanyalah sesukamu, nanti pasti Mas akan jawab."
"Tapi Mas Arkaan jangan marah, janji ya," pinta Almeera.
"Iya, sayang. Mas nggak akan marah," balas Arkaan.
"Janji dulu."
"Mas janji nggak akan marah, apapun pertanyaan kamu."
"Oke, Mas udah janji loh. Mas kok kesini lagi, emang Mbak Difa nggak marah?"
Sebenarnya Almeera merasa tidak enak pada Difa, kalau Arkaan terus-terusan menghabiskan waktu dengannya harusnya kan Arkaan adil.
Sebenarya Arkaan sangat malas membahas Difa, tapi Arkaan sudah berjanji akan menjawab dan tidak akan marah pada Almeera.
"Difa nggak akan marah, orang dia nggak tau kok. Difa juga udah pulang ke Indonesia, jadi sekarang yang bulan madu cuma kita berdua sayang," jelas Arkaan.
"Loh kok Mbak Difa pulang ke Indonesia duluan? Nggak ngajak kita?"
"Iya di pulang ke Indonesia duluan, karena ada kerjaan jadi model katanya. Gimana mau ngajak, Difa aja nggak izin sama Mas mau pulang ke Indonesia, dia cuma ninggalin surat di kamar hotel," jawab Arkaan ketus.
"Kok nggak izin sama Mas Arkaan sih, kan seorang istri ke manapun dia pergi harus atas izin dari suaminya yaitu Mas Arkaan," ujar Almeera mengemukakan pendapat.
"Yap kamu bener, mungkin Difa nggak menghargai Mas sebagai suaminya," lirih Arkaan.
Almeera menyesal sudah membahas Difa, kalau tau membahas Difa akan mebuat Arkaan sedih dia tidak akan membahasnya.
"Udah ah Mas nggak usah sedih, kan masih ada Almeera istri Mas juga," hibur Almeera.
"Iya kamu bener sayang, yang jalan-jalan yuk," ajak Arkaan.
"Almeera sih sebenarnya mau banget, tapi Almeera susah jalan soalnya gara-gara semalem."
"Maaf ya, kalau aku menyakitimu semalam."
"Mas Arkaan sama sekali tidak menyakiti Almeera, cuma karena ini yang pertama saja makanya rasanya agak sakit."
Ya, semalam adalah pertama kalinya Almerra melakukan hubungan suami istri. Karena Almeera dari dulu menjaga kesuciannya, hanya untuk suaminya. Dan suaminya adalah Arkaan, Arkaan sangat beruntung memdapatkan wanita sholeha seperti Almeera yang sudah menjaga kesuciannya untuk dirinya.
"Sayang!" panggil Arkan mesra.
"Iya, Mas."
"Mas minta tambah tiga ronde lagi dong."
Semalam Arkaan dan Almeera melakukannya hingga sepuluh ronde, pukul dua mereka baru selesai. Makanya badan Almeera rasanya sangat remuk, tapi sekarang Arkaan minta nambah lagi. Mana mungkin Almeera menolak Arkaan, sedangkan menolak suami itu berdosa.
JIKA suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (b*********a), lalu istri menolak sehingga semalam itu suami menjadi jengkel (marah) pada istrinya, maka para malaikat mengutuk pada istri itu hingga pagi hari,” (HR Bukhari).
Karena tak kunjung menjawab, Arkaan mengira Almeera akan menolaknya.
"Kamu kalau masih capek, Mas nggak papa kok nggak usah di paksain," ujar Arkaan dengan wajah murung
Almeera merasa tidak tega melihat wajah murung Arkaan, dengan iklhlas Almeera mengangukan kepala. Wajah Arkaan yang semula murung, kembali ceria lagi. Tapi di satu sisi, Arkaan juga tidak tega melihat Almeera ke capekan.
"Kamu yakin mau?"
"Iya, Mas insya Allah Almeera yakin."
Mereka berdua langsung melakukan hubungan suami istri, tidak lupa membaca do'a sebelum melakukan itu.
***
Aku istri kedua, tapi aku bukan w*************a ataupun pelakor.
Almeera Azzahra Alfathunissa
Tidak semua istri kedua itu buruk, atau penggoda semua tergantung diri orangnya. Jadi janganlah kalian berburuk sangka, menghakimi dan menilai semua istri kedua jahat, perebut suami orang atau apalah. Karena tidak semua istri kedua seperti itu, coba intropeksi diri istri pertamanya sudah menjalankan kewajibannya belum. Seperti istri yang lebih memintangkan kerja atau karir di banding keluarga, disana si istri apa tidak memikirkan ke depannya kalau terlalu berambisi pada karir keluarganya tidak akan terurus. Ingat dia seorang istri, tugasnya mengurus suami bukan mencari nafkah. Mencari nafkah tugas suami, ketika suami butuh perhatian dan pengen di manja sedangankan sang istri malah sibuk kerja bagaimana rasanya? Satu-satunya caranya ya suami itu akan mencari istri baru yang bisa mengurus dan memperhatikannya. Jadi disitu semua salah, bukan hanya si istri kedua. Saya tidak membela istri kedua, karena yang saya jabarkan itu benar adanya. Tidak akan ada api, kalau tidak ada asap.
Jangan bilang, karena saya istri kedua makanya saya menulis seperti itu. Tidak, sayangnya saya adalah istri pertama dan terakhir suamiku Mas Andre Hutama.
Satu lagi, opini saya barusan bukan menyudutkan istri pertama ya. Dan istri yang senang sekali mengejar karir, kita sebagai wanita boleh saja mengejar karir. Tapi kita juga harus bisa membagi waktu, untuk perkerjaan dan keluarga. Sekarang kan banyak tuh perkerjaan yang bisa di kerjakan di rumah, jadi nggak perlu keluar tapi tetap berkerja tidak melupakan tugas seorang istri dan ibu. Contohnya saja saya, berkerja menjadi penulis tapi tetap bisa mengurus keluarga dengan baik. Karena bagi saya sendiri, keluarga adalah prioritas utama. Sedangkan karir dan pekerjaan adalah urutan terakhir, saya juga bisa saja tidak usah bekerja toh suami saya sanggup memenuhi kebutuhan saya dan keluarga. Saya bekerja hanya mengusir kebosan ketika di rumah, dari pada saya ikut menggosip yang sama sekali tidak ada manfaatnya.
Niata Hardinaya Hutama.
Setelah melakukan hubungan suami istri, Arkaan dan Almeera lanjut tidur karena mereka berdua sangat lelah. Almeera terbangun, mandi kemudian membuka blog penulis favoritnya. Dia membaca tulisan penulis favoritnya yang bernama Niata Hardinaya.
Sunggu tulisan Niata sangat menyentuh, dan memang benar pendapat yang di kemukakan oleh Niata nyatanya Almeera bukan w*************a tapi dia jadi istri kedua.
Niata Hardinaya adalah seorang penulis terkenal, beliau sudah menerbitkan puluhan karya. Dan karyanya semua sudah menjadi best seller, bahkan ada yang di filmkan beberapa karyanya. Dulu Niata Hardinaya hanya seorang penulis w*****d biasa, karena kegigihannya menulia cerita. Sekarang selain menulis di w*****d Niata juga menulis di blognya. Seperti sekarang, Niata sedang membahas istri kedua dan tugas seorang istri. Karena terinspirasi sama Niata, mulai setahun belakang ini Almeera mencoba menulis cerita di w*****d.
Niata adalah penulis novel spiritual seperti Asma Nadia, dan mereka adalah idola Almeera. Almeera ingin seperti mereka, menjadi penulis spiritual yang tulisannya memberikan banyak manfaat bukan hanya menimbulkan kebaperan saja.
Tugas seorang istri yang sebaiknya kerja di rumah mengurus suami dan anak membuat Almeera tersadar, bahkan Almeera belum tanya apakah suaminya mengizinkan Almeera kerja lagi.
Sedang asyik merenung, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi yang memeluknya kalau bukan Arkaan, ya Arkaan suaminya bangun mencari Almeera yang sudah tidak berada di sampingnya. Arkaan langsung bangun untuk mandi, selesai mandi Arkaan menghampiri Almeera yang sedang sibuk membaca Artikel. Arkaan ikut membaca artikel yang sedang di baca Almeera, setelah membaca Arkaan bingun kenapa istri cantiknya malah merenung. Kemudian Arkaan memeluk Almeera dari belakang, pelukan Almeera adalah candu bagi Arkaan jadi rasanya Arkaan selalu ingin memeluk tubuh Almeera.
Awalnya Almeera kaget, tapi setelah tau itu tangan suaminya Almeera biasa saja.
"Sayang, benar kata artikel itu. Istri kedua tidak selalu w*************a atau pelakor, buktinya kamu bukan wanita seperti itu kamu malah wanita yang sangat baik. Aku menyesal pernah menyiayiakanmu, dan sekarang aku beruntung mempunyai istri bidadari surga seperti kamu," ujar Arkaan sambil menatap mata Almeera dengan lekat.
"Bidadari surga, kok kayak lagunya alm ustadz Uje ya?" balas Almeera setelah mendengar gombalan Arkaan, walau tidak bisa di tutupi bahwa pipi Almeera dari tadi sudah merah merona.
"Iya lagunya alm ustadz Uje, kamu mau denger Mas nyanyiin lagu itu untuk kamu?" tanya Arkaan. Almeera dengan reflek malah menganguk, Arkaan langsung mengambil gitar dan menyanyikan Almeera lagu bidadari surga.
Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kesuciaanya
namun ada kala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan dia,
yang punya setia.
Yang mampu menjaga kemurniaanya.
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah.....
Bidadari Surgaku
Tiada yang memahami,
sgala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah.....
Bidadari Surgaku
Almeera merasa sangat bahagia dan beruntung, mempunyai suami seperti Arkaan. Sholeh, tampan, dan mapan, semua wanita pasti sangat bahagia. Tapi yang bikin Almeera rada kesal, kenapa Arkaan bukan miliknya sendiri. Almeera ingin memiliki Arkaan sepenuhnya, tapi tidak akan bisa karena Arkaan bukan hanya memiliki satu istri. Tapi dua, dan Almeera harus berbagi.
"Mas Arkaan ngizinin Almeera tetap kerja apa nggak?" tanya Almeera serius.
Arkaan tertegun dengan pertanyaan Almeera yang bertanya dia masih boleh tetap bekerja apa tidak, sedangkan Difa dia tidak membutuhkan izin Arkaan karena mungkin menurut Difa Arkaan tidak begitu penting sedangkan menurut Almeera Arkaan sangat berarti baginya.
"Mas terserah kamu aja, karena Mas akan setuju apapun pekerjaan kamu asal kamu bahagia. Asal kamu tidak lupa, kewajibanmu sebagai istri dan ibu dari anak-anak kita kelak," jawab Arkaan bijak.
Arkaan mengizinkan Almeera bekerja walau berat, dia mengizinkan karena tidak mau Almeera merasa tertekan dengan keputusannya.
"Almeera bosen di rumah kalau Mas Arkaan kerja, jadi Almeera kerja aja yaa. Tapi Almeera janji, Almeera nggak akan lupa sama kewajiban Almeera sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak kita kelak," balas Almeera.
"Kamu sudah janji sayang, tandanya kamu harus menepati. Jika suatu saat Mas ingin kamu berhenti kerja, apakah kamu mau menuruti permintaan Mas berhenti kerja?" Arkaan sengaja memancing Almeera dengan pertanyaan seperti itu, agar tau apakah Almeera mau menuruti permintaannya.
"Almeera akan menuruti permintaan Mas Arkaan, Mas Arkaan adalah imam Almeera. Almeera percaya, jika keputusan yang diambil Mas Arkaan pasti keputusan terbaik."
Arkaan kagum dengan jawaban Almeera, Arkaan langsung mengecup bibir Almeera singkat. Saat akan memangut bibir Almeera, ternyata terdengar suara alarm pertanda waktu sholat Ashar. Almeera langsung melepaskan pangutannya, karena kegiatan itu bisa di lakukan setelah sholat. Sholat yang lebih di utamakan di banding yang lain, Arkaan yang mengerti maksud Almeera langsung mengajak Almeera berwudhu dan sholat Ashar berjamaah.
Setelah sholat Ashar dan tadarusan sebentar, Almeera dan Arkaan langsung melanjutkan aksinya tadi. Almeera memang selalu membawa Al-qu'an kecil ke mana-mana, karena setiap sholat Almeera paato tadarusan. Itu sudah di lakukan Almeera sejak kecil, Abdul Ayah Almeera yang mengajarkan Almeera setelah sholat harus tadarusan mininal selembar. Arkaan merasa Almeera sudah mulai kesulitan mengimbanginya, Arkaan langsung menghentikan aksinya.
"Mas Almeera boleh tanya?" ujar Almeera ragu-ragu.
"Pasti tentang Difa lagi ya?" tebak Arkaan. Arkaan sudah tau, jika Almeera ngomong seperti itu artinya Almeera mau ngomong tentang Difa.
"Hehehe iya, tapi Mas Arkaan jangan marah ya," balas Almeera nyengir.
"Iya tanya aja, Mas nggak akan marah."
"Apa yang Mas Arkaan lakukan ke Almeera itu Mas Arkaan juga lakukan ke Mbak Difa?"
"Nggak."
"Kenapa?"
"Karena kamu dan Difa itu berbeda, jadi Mas memperlakukan kalian berbeda. Tapi kamu jangan khawatir, Mas akan berusaha adil pada kalian berdua."
Almeera dan Difa orang yang berbeda, bahkan sifatnya 180 derajat berbeda. Nggak mungkin Arkaan menyamakan mereka, karena nyatanya mereka sangatlah berbeda.
Almeera menganguk tanda setuju, kemudian Almeera bertanya lagi.
"Apa Mas Arkaan dan Mbak Difa pernah sholat berjama'ah? Seperti tadi yang kita lakukan?"
"Tidak."
"Loh kok tidak sih, harusnya kalian itu sholat berjama'ah kalau bisa."
"Sholat berjama'ah, sholat saja Difa tidak pernah."
"Kok tidak pernah, agama Mbak Difa islam kan?" tanya Almeera bingung.
"Difa agamanya islam, orang dulu aja kita ijab kabul."
"Tapi kok nggak pernah sholat?"
"Nggak tau."
"Emang Mas Arkaan nggak ngajak?"
"Mas sudah ngajak, tapi dia tidak mau jadi Mas tidak mau memaksanya toh dosa-dosa dia," balas Arkaan santai.
"Mas Arkaan nggak boleh gitu, harusnya Mas Arkaan ajak Mbak Difa sholat kalau nggak mau paksa aja. Dari pada dosanya Mas yang nanggung, kan dosa istri suami yang nanggung. Mau dengar hadistnya?"
Arkaan sangat penasaran dengan apa yang di maksud Almeera, jadi dia menganguk seolah ingin dengar hadistnya.
"Rasulullah bersabda, “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah dengan tangannya. Kalau ia tidak mampu maka dengan lisannya., dan kalau juga tidak mampu maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.”(HR. Muslim).
Setelah berulang kali suami menasehati istrinya tapi tidak juga digubris, suami secara hukum dibenarkan memukul istrinya yang malas melaksanakan shalat setelah berulang kali dinasehati, karena Islam membenarkan pukulan dalam “memaksa” anak shalat, demikian juga kepada istri sendiri.
Sebagaimana sabda Rasulullah, “Perintahkan anak-anak kalian shalat saat mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika berumur sepuluh tahun.” (HR. Ahmad, Shahih menurut Syaikh al-Albani).
Setelah dipukul juga tetap tidak mau salat, sebaiknya suami menceraikan istri yang sudah melanggar dosa besar berulang-ulang.
Apalagi Rasulullah sudah mengancam orang yang sengaja meninggalkan salat dengan sabdanya, “perbedaan antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan salat.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan lainnya).
Karena suami sudah berusaha maksimal menasehati dan memaksa istrinya untuk melaksanakan salat, maka suami tidak terkena hukum dosa membiarkan kemungkaran tersebut.
Sebab dosa hanya ada, kalau suaminya mendiamkan semua perbuatan istrinya tersebut dan tidak mau memberikan nasehat kepada istrinya." Setelah Almeera menceramahi Arkaan, akhirnya Arkaan mengerti kan berjanji kelak akan mengajak bahkan memaksa Difa sholat karena tidak mau ikut menangung dosa Difa.