Devan dan Andre telah sampai di rumah sakit. Andre segera dilarikan ke ruang operasi. “Tolong selamatkan teman saya dok.” Ucap Devan. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin pak.” Dokter menutup ruang operasi, dan Devan menunggu diluar. Kriiiiiing….. Ponsel Devan berdering, ia menerima panggilan dari Siska. “Hallo sayang?” “Halo mas Devan? Bagaimana keadaan Andre?” “Iya masih ditangani dokter di ruang operasi sayang.” “Aku sangat khawatir. Boleh aku menyusul kesana.” “Tidak usah, kau jaga anak-anak saja di rumah. Kita doakan semua akan baik-baik saja, dan Andre bisa selamat.” “Ini semua salahku. Dia terluka karena menyelamatkanku.” Siska menangis karena merasa bersalah. “Tidak sayang, kau tidak bersalah. Jangan menyalahkan dirimu sendiri.” “Tapi dia terluka karena aku mas. Jika

