Dua Puluh Sembilan

1261 Kata

Devan dan Siska kini telah berada di atas ranjang bersama anak-anaknya. “Sayang, aku minta maaf sama kamu, kalau selama ini aku udah nyakitin perasaan dan hati kamu. Aku melakukan itu karena aku terpaksa. Aku nggak mau kalian terluka. Setiap aku berbuat kasar padamu, hatiku sangat sakit, apalagi saat aku melihat kamu meneteskan airmata. Aku seperti merasa pria dan suami paling jahat sedunia. Aku benar-benar buruk. Maafkan aku Sis.” “Tidak mas tidak, aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Aku sempat menaruh kecurigaan padamu. Aku sempa berpikir hal yang buruk tentangmu. Maafkan aku juga mas.” “Tidak sayang, kamu tidak melakukan salah apapun. Itu hal yang sudah wajar kalau kamu curiga padaku karena sikap-sikapku akhir-akhir ini. Aku sudah sangat keterlaluan. Aku juga sangat berterima ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN