Tiga Puluh

1212 Kata

Keesokan harinya, akhirnya Andre sudah dibolehkan pulang. Saat ini Devan, Siska, Riko, Sinta, dan anak-anak mereka turut menjemput Andre kerumah sakit. Riko sedang mengurus semua administrasinya, sedangkan yang lainnya menemani Andre menunggu di ruangan. “Om Andre sudah sembuh?” Tanya Dicka. “Sudah sayang.” “Om Andre sakit karena nyelamatin mamih aku ya?” “Hehehe, kamu tahu sayang?” “Iya, DIcka denger saat mamih sama tante Sinta bicara.” “Hayo, Dicka nguping ya?” “Nggak nguping om, Dicka cuman denger aja.” “Hehehe, sama aja sayang.” “Hehehe, makasih ya om karena udah nyelamatin mamih aku.” “Iya sayang, sama-sama.” Dicka dan Andre terlihat sangat akrab. “Kok kalian bisa akrab banget gitu?” “Iya dong, kita kan prend ya?” “Iya, om Andre kan baik pih, jadi Dicka mau berteman sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN