“DICKAAAAA.” Teriak Siska saat masuk rumah. Betapa terkejutnya Siska saat mengetahui Dicka telah disekap oleh seorang pria dengan menggunakan sebuah pisau yang ditodong di leher Dicka. “Jangan bergerak, atau nyawa anak kamu akan melayang.” Siska diam ditempat, dengan diam-diam ia menghubungi Devan. Untunglah segera dijawab oleh Devan. “Siapa kamu? Lepaskan anak saya?” “Dimana suamimu?” “Dia tidak ada. Saya mohon, tolong lepaskan anak saya.” “Jika kau ingin anakmu lepas, bilang pada suamimu untuk melepaskan Risa.” “Risa?” “Iya. Risa yang telah kalian jebak dan kalian penjarakan saat ini.” “Memang ada hubungan apa kau dengan Risa?” “Dia adalah calon istriku.” “Calon istri?” Siska dengaan langkah perlahan mencoba untuk mendekati Dicka. “Jangan bergerak atau….” Gertak pria terse

