Sembilan

1004 Kata

Devan pulang kerja dan sudah sampai di rumah. Saat memasuki rumah ia tak menemukan keberadaan Siska dan anak-anaknya. Devan pun berjalan menuju kamar. Ternyata mereka berada di kamar. Devan melihat Siska menggendong baby Shahia yang terus menangis dan terlhat kekhawatiran di wajah Siska. “Sayang, ada apa?” Devan mendekati Siska. “Ini mas baby Shahia rewel, nangis terus daritadi.” Ucap Siska yang masih berusaha menenangkan baby Shahia. “Mungkin dia ngantuk sayang.” “Nggak tahu mas. Tapi daritadi aku tidurin nggak mau. Makan dimuntahin. Minum juga nggak mau.” “Tapi badannya panas nggak?” “Nggak mas.” “Kalau gitu kita bawa ke dokter aja.” “Iya mas. Kayaknya memang harus ke dokter.” “Baiklah, ayo kita berangkat sekarang.” “Kamu nggak mandi dan ganti baju dulu?” “Nggak usah. Kasihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN