Empat Belas

1086 Kata

Siska dan yang lainnya telah sampai di penginapan dan kembali ke kamar mereka masing-masing, karena baby Shahia tertidur di gendongan Siska. “Mih, papih mana? Kok dari tadi Dicka nggak lihat papih? Di kamar juga nggak ada?” Tanya Dicka. “Papih kamu lagi bantu tante Risa.” “Memang tante Risa kenapa?” “Tante Risa tadi terjatuh sayang, dan nggak bisa jalan.” “Oh begitu ya mih.” “Iya sayang. sekarang kamu istirahat dan tidur ya sayang. Temenin dedek Shahia. Mamih mau samperin papih kamu, sekalian jenguk tante Risa.” “Baik mih.” “Anak pinter.” Tok tok tok “Iya sebentar.” Siska berjalan membukan pintu. “Eh lo Sin, gue kira mas Devan. Ada apa?” “Lo nggak mau nyamperin suami lo?” Tanya Sinta dengan suara pelan. “Iya ini gue baru mau jenguk Risa.” “Ya udah ayok, nggak usah pakek lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN