Tiga Puluh Lima Devan, Siska, dan anak-anaknya telah sampai kembali ke rumahnya sehari yang lalu. Saat ini mereka sedang kedatangan tamu istimewa, siapa lagi kalau bukan Riko, Sinta, dan kedua anak kembarnya. “Gimana liburan kalian?” Tanya Sinta. “Luar biasa Sin. Lo juga harus pergi kesana.” “Apanya yang luar biasa?” “Semuanya luar biasa. Pemandangannya, pantainya, sunsetnya, makanannya, seninya, pokok liburan ke Bali itu nggak akan pernah bikin kecewa, malah bikin nagih. Gue aja kurang puas, kurang lama di sananya.” “Wah, gue jadi pengen.” “Buruan kesana, ajak suami lo itu.” “Betul sekali. Apalagi buat acara bulan madu, sangat cocok sekali. Iya nggak sayang??” Sahut Devan. “Hehm, kamu itu bulan madu aja yang dipikirin.” “Ya nggak papa dong. Kan biar keluarga kita tambah harmonis

