“Mamih, ayo cepat.” Teriak Dicka. “Iya sayang, sebentar lagi.” Jawab Siska dari dalam kamar. Siska saat ini sedang merias diri dan bersiap. Sedangkan Devan, Dicka dan Shahia sudah menunggu di ruang tamu. Mereka saat ini hendak berangkat ke acara pernikahan Andre. “Sayang, nggak usah cantik-cantik.” Teriak Devan. Tak ada jawaban dari Siska, namun tak begitu lama Siska keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka di ruang tamu. Devan dan Dicka menatap ke arah Siska tapa berkedip. “Yuk, kita berangkat.” Ajak Siska. Siska mengambil Shahia dari gendongan Devan. Kemudian hendak berjalan ke pintu dan keluar. Namun saat ia sampai di ambang pintu, Siska merasa ada yang aneh. Siska membalikkan tubuhnya, dan ternyata benar saja, Devan dan Dicka masih berdiri tegak mematung dengan muka tercenga

