Entahlah, sepertinya aku sedang tidak enak badan. Ditambah dengan mood ku yang memburuk sejak tadi, bahkan aku tidak keluar kamar untuk makan malam meskipun Mama Liana sudah mengetuk pintu kamarku berulang kali. Kalian tau kalau aku cewek yang keras kepala, sudah tau sedang tidak enak badan kenapa malah duduk-duduk di balkon sembari membaca sebuah novel hingga larut malam? tapi aku tidak peduli, toh nanti kalau masuk angin aku bisa minum jamu keluar angin. Atensi ku yang awalnya fokus pada novel kini teralihkan saat seseorang membuka pintu, aku menoleh dan mendapati Ken dengan kemejanya yang sudah kusut ditambah wajah yang memancarkan aura kelelahan. Tak mau membuatnya marah, aku memilih untuk mengalah. Menutup novel dan berjalan masuk, menutup pintu dan menggeser gorden. “Baru pulang? d

