Empat Puluh Tiga I I Radista Pov

1783 Kata

Aku menatap pergelangan tangan yang sedari tadi tak henti-henti nya mengelus perut yang bahkan belum melar sesenti pun. Tangan yang dengan posesif memelukku, aku menghela nafas. Pelaku nya siapa lagi kalau bukan Ken, semenjak hari dimana aku bilang kalau tengah mengandung setiap pulang kuliah dia menyempatkan diri untuk mengantarku ke rumah dulu, tidak berhenti di situ, Ken juga sengaja berlama-lama dirumah hanya untuk menemaniku saja seperti hari ini. Malahan, Mama Liana yang sering uring-uringan lantaran Ken jadi malas untuk pergi ke kantor. Padahal di kantor banyak pekerjaan yang tengah menunggunya. “Mau sampe kapan lo elus-elus perut gue?” tanyaku, saat ini sudah pukul 10 malam, dan sedari tadi aku sudah ngantuk berat. Tapi saat mataku hendak tertutup elusan tangan Ken serasa menggel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN