Di part inilah aku merasa sesuatu perubahan besar
Terjadi di hidupku, di mana aku merasa bahagia,
Sejak peristiwa di malam itu di mana saat aku berada di rumahnya kak zio.
Sesampainya aku di rumah kak zio, aku pun langsung memanggil nya.
"Kak zio kak... Dirly udah di depan ini." Ujarku
"Ohh iya sebentar kakak buka dulu ya pintunya." Jawab kak zio.
Enggak lama kemudian kak zio langsung membuka
Pintu rumahnya, dengan keadaan menggunakan
celana boxer ketat, terlihat jelas batang keperkasaan nya menggunduk bagai pisang ambon yang nikmat.
Setelah kak zio membuka pintu dan mempersilahkan aku untuk masuk kerumahnya, aku pun langsung masuk dan duduk di pinggir tempat tidurnya sambil melihat kak zio yang menyisir rambut yang kelihatannya
Baru aja selesai mandi, dan tanpa sengaja mataku
Tertuju ke gundukan yang ada di balik celana boxer
Ketatnya yang begitu besar, ntah kenapa saat aku
Melihat kearah gundukan besar yang ada di balik celana boxernya kak zio, aku merasa aura birahiku
Memuncak dan ingin segera memainkan batang
Kejantannya kak zio.
Enggak lama kemudian kak zio bertanya padaku.
"Hmm dirly nggak sibuk kan malam ini." Tanya zio.
"Nggak kak dirly nggak sibuk ada apa ya kak." Ucapku.
"Nggak ada apa-apa sih kakak cuman mau bilang
mau nggak temenin kakak tidur dirly tidur di tempat kakak mau gak." Tanya zio.
"Boleh aja sih kak tapi dirly w******p mama dulu ya kak Bilang bahwa dirly tidur di tempat temen." Ucapku.
Setelah aku selesai w******p mama aku pun meluruskan badan di tempat tidurnya kak zio sambil main hp, nggak terasa jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam dan aku sudah mulai mengantuk.
Aku melihat kak zio sedang memainkan laptop tampak dia sedang menyelesaikan pekerjaannya.
Dan aku memutuskan untuk segera tidur, tidak berapa lama aku mendengar suara dari arah meja kak zio, mungkin dia sudah menyelesaikan kerjaannya, setelah dia selesai membereskan barang dari meja tempat dia mengerjakan pekerjaan nya, dia langsung berbaring di sampingku dan mencium keningku, ntah apa yang ada di pikiran kak zio tiba-tiba dia langsng melumat bibir merah ku dengan gigit gigitan kecil di bibir bawahku, sambil memelukku dengan erat, tangan kanan nya meraba d**a dan punggung ku dan tangan kirinya meremas b***************n nya yang sudah sejak tadi menegang yang membuat nafsu birahiku memuncak, ternyata dia sangat pandai melumat bibir dan memainkan lidahnya. Tidak lama kemudian bibirnya melumat leherku ternyata dia tau titik Gspotku. Dan bibirnya masih saja melumat leberku yang membuat nafsu birahiku semakin tinggi.
Karena nafsuku sudah tidak bisa tertahan aku langsung membalasnya dengan meremas batang
Kejantanannya, ternyata dia tidak terkejut sama sekali malahan dia menikmati permainan tanganku yang masih saja meremas batang kejantanannya.
Tidak lama kemudian dia membuka semua pakaian ku sehingga tidak tersisa satu pakaian pun yang ku gunakan, dan dia pun membuka semua pakaiannya hingga tidak ada tersisa satupun pakaian di tubuhnya. Dan dia pun langsung menarik kepalaku
Menghadap b***************n nya, dan aku pun
Langsung menjilat dan melumat b***************n nya dan dia mulutnya pun langsung mengeluarkan
Lirihan kecil.
Akhhh...ukhhh...uhhhm... Mendengar suara lirihan
Kak zio aku pun makin semangat melumat b***************n nya yg besar dan panjang sehingga
Membuat kak zio tidak tahan lagi dengan permainan mulut ku yang melumat b***************n nya,
Sehingga membuat kak zio langsung mengangkat tubuh ku dan menelungkup kan nya, dan b***************n nya langsung menghujam lubang anusku
Yang masih sempit, aku pun langsung merintih menahan sakit dan nikmat birahi yang kurasakan saat kak zio menghujam lubang a**s ku gesekan b***************n kak zio dan dinding anusku membuat nafsuku memuncak. Kak zio tiada hentinya menghujam lubang anusku sambil tangan kanannya memainkan batang kejantananku dan
Mencium bibirku tiada hentinya, goyangan kak zio makin lama makin gesit bagaikan piston yang bergerak naik turun dengan cepat, hingga pada akhirnya kami ber2 mencapai puncak klimaks dan kak zio melepaskan tembakan hasratnya di dalam anusku dan batang kejantananku ku pun juga ikut mengeluarkan lahar putih nya, dan kak zio terbaring lemas di punggung dan tertidur dengan keadaan b***************n nya masih di dalam anusku, dan tangan ku pun langsung menyelip dan melepaskan b***************n nya kak zio secara perlahan, aku merasakan sakit yang luar biasa ketika ingin mencabut b***************n nya kak zio. aku merasa anusku sedikit robek karena aku merasakan perih di anusku. Mungkin karena b***************n nya kak zio terlalu besar, setelah aku berhasil mencabut Batang kejantanannya kak zio aku langsung membaringkan nya di sampingku dan menarik selimut ketubuhnya kak zio dan sedikit mencium bibir tipisnya kak zio lalu kami langsung tIdur berdua sambil kak zio memeluk ku.
......CONTINUE......