in a village

578 Kata
Hari ini aku bangun seperti biasanya, di setiap pagi aku selalu menghabiskan waktu untuk membantu ibu membereskan rumah, itu terasa sangat membosankan bagiku apa lagi aku seorang anak laki-laki, aku juga ingin seperti anak-anak sebaya ku di luar sana yang memiliki uang dan bisa bermain-main kemana saja, aku juga ingin merasakan seperti itu, tapi apa daya aku hanya bisa diam dan melihat anak-anak sebayaku bermain-main, sebab aku terlahir dari keluarga yg sederhana, dan adik perempuan ku juga masih kecil jadi belum bisa membantu ibuku untuk berberes rumah. Ketika suatu hari aku selesai membantu ibu membereskan rumah seperti biasanya, aku duduk di depan rumah dan sdikit bersantai, dan aku tidak sengaja melihat orang asing yang sepertinya bukan warga di sekitar kampung tempatku tinggal, sepertinya dia sedang kebingungan mencari sesuatu di kampung ini, dan dengan inisiatif aku langsung mendatanginya dan bertanya. "Permisi kak saya lihat kakak sedang kebingungan mencari sesuatu kalau boleh tau kakak sedang mencari apa ya..? "Eh iya ini kakak sedang mencari rumah kost di dekat sini kira-kira ada ngak ya." Jawab orang asing tersebut. "Oh kalau di dekat sini ada kak mau saya antar." Ujar ku. "Ohh boleh makasih ya." Jawab pria asing terserbut. Akhirnya aku pun mengantarkan pria asing tersebut ke rumah kost yang tidak jauh dari rumahku. Sesampainya kami di rumah kost tersebut. Dia pun langsung menyukai rumah tersebut. Dan langsung membayar uang kost nya ke ibu kost Tersebut. Dan dia pun langsung masuk kerumah Kost yang sudah di bayarnya tersebut agar Segera bisa beristirahat. Sesampainya dia di dalam Rumah kost tersebut, dia langsung meletakan tas Dan langsung bergegas mandi. "Hmm...dek makasih ya dah mau bantuin kakak buat cari rumah kost tdi, oh iya adek namanya siapa kan Kita belum sempat kenalan tadi hehe..., kenalin nama kakak Zio Hansel William." Ujar kak zio. "Nama aku dirly joe William aku berusia 20 tahun kak salam kenal kak." Jawabku sambil tersipu malu. Gimana gak tersipu malu wajah nya begitu tampan, dengan rambut coklatnya sedikit ikal Dan hidung mancung, bibir merah tipis ingin rasanya aku mencium nya,... Ehh apaan sih gw kok malah jadi halu:v Aku tidak tau apa yang terjadi pada dirku, kenapa Jadi deg-degan saat melihatnya. Apa aku jatuh cinta kepadanya, ohh tuhan kenapa Jadi begini kenapa aku merasa aku menyukainya. "Tidak tidak.... Aku harus bisa mengontrol diriku Agar tidak ada satu orang yang tahu bahwa aku Seorang gay. Ada saatnya nanti aku akan Mengatakan kepada orang tuaku tentang jati Diriku yang sebenarnya. "Hmmm yaudah kak saya pulang dulu ya." Ujarku. Ohh okey tapi nanti malam bisa gak ke sini Lagi temenin kakak disini, boleh gak" tanya zio. "Boleh kak nanti malam selesai maghrib Saya kesini ya kak." Ujarku. "Baiklah kakak tunggu ya nanti malam." Ujar zio tersenyum. "Iya kak yaudah saya permisi pulang Dulu ya kak assalamualaikum." Setelah aku pulang dari tempat kos nya, Aku langsung mandi karena cuaca hari begitu panas. Setelah selesai mandi, aku langsung makan siang. Dan setelah tu aku lanjut tidur. Hari pun sudah senja sang Surya pun menurunkan Suhu panasnya yang menyinari bumi. Aku pun langsung bergegas bangun dan beranjak Dari tempat tidur, untuk langsung bergegas Mandi untuk mengikuti sholat berjamaah di masjid Setelah selesai sholat maghrib di masjid. Aku pun teringat akan perkataan kak zio yang Menyuruhku untuk datang ke kos nya malam ini Yang terletak tidak jauh dari rumahku. Aku pun langsung bergegas pulang dan mengganti Pakaian untuk segera ke kos nya kak zio. Setelah mengganti pakaian, aku langsung Bergegas pergi menuju ke kos nya kak zio. ..... CONTINUE.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN