"Beneran nggak mau dianter, Va? Sekalian jalan, kok." Ava senyum dan menggeleng, tak lupa berterima kasih. Itu Revan yang menawarkan. "Guys, udah pada aku masukin ke grup jajan, ya! Kalo ada chat di sana, bales, lho! Jangan pada ngacangin!" seru Fatimah. Jujur, Ava tidak menyangka dirinya akan ada di titik punya grup WA di luar konteks pekerjaan bersama teman. Di kehidupan pertama, sepertinya Gita yang seperti ini. Punya banyak kawan kumpul dan akrab, lalu disukai banyak orang dan jadi titik perhatian sebagian kaum Adam. Ava dulu mana pernah begini. Dia hanya jadi orang yang kasatmata. Terasing, terabaikan, terkucil, dan di-notice saat mau dirundung oleh hierarki perusahaan buatan mereka saja. Makanya, Ava sangat bergantung kepada Arsen. Ava bersandar dengan total kepada lelaki itu. K

