Hari itu, seseorang dengan langkah anggun nan menawan melintasi lobi Diamond Dreams. Singgah pada bagian resepsionis dan menyebutkan nama orang nomor wahid di sana. "Silakan tunggu di sana, ya, Kak. Pak Elang segera turun." Orang itu lantas melenggang sesuai arahan tanpa menyahuti. Dari caranya duduk sudah jelas bukan sembarang kalangan. Dengan sosok Kalingga Elang Danuarta yang berkata akan segera turun menemuinya pun sudah pasti mereka setidaknya sekelas. Kabar itu tersiar sampai ke telinga Ava di sekembalinya dia dari rumah sakit. Ekspresi semringah Ava tetap dia pertahankan sebisa-bisa. "Pacarnya Pak Elang kali, ya?" Pacar? "Tapi kalau pacar, masa cuma disuruh duduk dan nunggu di luar? Minimal disuruh naik, terus masuk ke ruangannya. Iya, nggak, sih?" timpal Fatimah. Sambil kerj

