EPISODE LIMA

1329 Kata
Yuni yang sedang duduk termenung di sofa rumahnya kembali mengingat pertemuannya dengan Daniel di Lobby RS saat hendak pulang tadi. Melihat pria yang sangat dirindukannya kembali lagi membuat hatinya tak karuan. Ada rasa bahagia dan rasa takut akan rasa sakit yang mungkin akan dirasakan kembali oleh Yuni di saat bersamaan. Ting  Yuni segera mengambil ponselnya yang berbunyi dan membuka pesan dari nomor tidak dikenal itu. ~Night chubby, kenapa kamu tadi terlihat tidak senang saat aku memelukmu? Apakah kamu tidak meridukanku setelah lama tidak bertemu bby? Aku sangat kecewa kalau kamu tidak merindukanku karna aku sangat merindukanmu bby. Aku akan menunggumu di Eurwangni sekarang, dan aku tidak akan kembali sebelum kamu datang bby Aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting denganmu bby See you soon chubby.                                    Niel~ Yuni terkejut bukan main membaca pesan dari nomor tidak dikenal yang diyakininya adalah nomor Daniel. Karena tidak ada orang lain yang memanggilnya Chubby kecuali Daniel. Awalnya Yuni tidak berniat untuk pergi ke Eurwangni, pantai yang menyimpan banyak kenangan manis bersama Tae Sung dan Daniel dulu, yang juga menjadi tempat pertemuan pertama Yuni dengan pria yang dicintainya dalam diam itu. Walaupun Yuni sekarang tengah dekat dengan Kento, pria yang selama ini selalu ada dan menghibur Yuni di saat-saat terpuruk Yuni namun tidak mengubah fakta bahwa Yuni masih sangat mencintai Daniel, sang cinta pertama yang mengajarkan Yuni banyak hal tentang cinta, salah satunya bahwa cinta tak harus saling memiliki, yang menorehkan sakit teramat dalam dan perih bahkan rasa sakitnya masih terasa sampai saat ini jika mengingat kembali masa-masa indah itu. Salah satu masa terindah dalam hidup Yuni setelah kehilangan keluarganya 10 tahun lalu. Setelah berpikir selama beberapa saat, Yuni pun memutuskan untuk mandi dan berjumpa dengan Daniel untuk mendengarkan apa yang ingin Daniel katakan. Karna Mengingat sifat Daniel yang selalu melakukan apa yang dikatakannya membuat Yuni takut kalau Daniel benar-benar tak akan kembali sebelum Yuni datang Dengan make up natural dan rambut digerai begitu saja, Yuni pun keluar memakai celana jeans biru panjang, blouse putih dan sneakers, Yuni melambaikan tangannya untuk memanggil taksi. Tak sampai 30 menit, Yuni pun tiba di Pantai Eurwangni, Jung-gu, Incheon. Yuni pun berjalan menuju tempat biasanya mereka bertemu sambil melihat sekeliling Pantai yang menyimpan banyak kenangan manisnya bersama Daniel dulu. Saat itu, Yuni masih bebas mencintai Daniel dalam diamnya dengan setitik harapan kalau suatu saat Daniel akan membalas cintanya. Yang tanpa Yuni sadari semakin lama perasaannya semakin dalam pada Daniel. Yuni pun duduk termenung sambil menatap laut lepas didepannya. Saat kebanyakan perempuan lain menghabiskan waktu luangnya untuk shopping dan perawatan, Yuni hanya pergi ke Pantai, sudah bisa membuat Yuni tenang dan bahagia. Laut selalu bisa menenangkan Yuni ketika Yuni sedang stress dan banyak pikiran. Angin laut terasa seperti memeluknya dan menghiburnya saat sedang bersedih. Suara desiran ombak yang saling bertautan seperti melodi indah di telinganya.  Tak terasa tangan Yuni hampir beku menunggu Daniel yang tak kunjung tiba. Yuni pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dengan perasaan kesal sekaligus kecewa namun mengurungkan niatnya setelah melihat Pria yang dicintainya dalam diam itu berlari kearahnya sambil tersenyum menawan ,dan tanpa disadari Yuni pun berbalik memunggungi pria yang tengah berlari kearahnya itu lalu senyum manis pun terbit di wajahnya. "Maaf ya aku terlambat tadi abis meeting Yun" Ucap Daniel sebagai alasan sambil membuka jasnya dan memberikannya pada Yuni yang terlihat kedinginan sembari menunggunya. Yah, Daniel menggunakan alasan meeting karna menunggu cincin yang dipesannya belum sampai padahal seharusnya cincin itu sudah sampai siang tadi. Setelah mendapatkan cincinnya, Daniel pun berlari ke mobil ferrari merah nya dan melaju dengan kecepatan penuh karena tidak ingin membuat Yuni menunggu lebih lama lagi. "Emang kebiasaan yah Niel selalu lambat , dan aku yang harus selalu nunggu Niel" Ucap Yuni kesal karna sudah menunggu Daniel selama 2 jam. "Maaf deh chubby tadi meeting agak lama dari yang aku pikir Yun" Balas Daniel terlihat merasa bersalah dan sedih karna membuat Yuni kedinginan sambil menunggunya. "Cepetan deh ngomong Niel, aku udah hampir beku nih disini" Ucapku pelan pada Daniel agar Daniel tau kalau Yuni sudah tak kesal lagi padanya. Yahh hati Yuni sedikit sakit melihat ekspresi wajah Daniel yang terlihat merasa bersalah dan menyesali tindakannya karna telah membuat Yuni lama menunggunya. "Bodohnya kamu Yun, padahal kamu yang kedinginan menunggunya bukannya marah karena sudah membuatmu menunggu lama tapi malah merasa sakit melihat raut wajahnya yang terlihat sedih dan menyesal. Sepertinya cintamu memang buta Yun. Karena tidak peduli bagaimanapun perasaan dan keadaanmu, kamu masih lebih memikirkannya dan lebih memprioritaskannya dibanding dirimu sendiri Yun. Kenapalah kebodohanmu gak hilang juga Yun" rutuk Yuni pada dirinya sendiri. Daniel yang awalnya hanya diam sambil menatap Yuni dalam-dalam. Melihat Yuni dengan seksama dari ujung rambut sampai ujung kaki. Melihat Yuni, wanita yang sangat dirindukannya selama ini, terlihat keraguan di wajah Daniel akan jawaban Yuni nanti. Namun pada akhirnya Daniel pun membulatkan tekadnya dan mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya. "Menikahlah denganku Yun" Ucap Daniel sambil tiba-tiba berlutut lalu memejamkan matanya tidak sanggup menatap mata Yuni dan membuka kotak berwarna merah berisi cincin berlian indah di dalamnya yang membuat Yuni takjub melihat keindahannya. Berlian yang diketahui adalah Blue Diamond Ring yaitu cincin berlian biru berbahan material platinum dan memiliki mata berlian berbentuk cushion (bantal). Tidak hanya itu, cincin berlian karat 6,01 ini dikelilingi oleh berlian merah jambu yang berukuran lebih kecil di kedua sisinya yang membuatnya terlihat semakin cantik, elegan dan indah. Berlian ini juga dikenal sebagai salah satu dari tiga berlian termahal di dunia. Yuni hanya bisa terdiam tak percaya mendengar hal gila yang baru saja diucapkan oleh pria yang dicintainya dalam diam selama 3 tahun terakhir ini. Sambil menatap belian indah dan Daniel secara bergantian. Karena tidak mendengar respon apapun dari Yuni membuat Daniel membuka matanya dan menatap Yuni. Mata mereka pun bertemu satu sama lain. Yuni pun tersadar dari menggagumi berlian indah itu lalu dengan segera menutup kotak berwarna merah tersebut. "Kamu gila Niel? Nikah? Aku sama Kamu? Apa dalam perjalanan tadi kepalamu terbentur sesuatu Niel?" Ucap Yuni kesal mendengar lelucon Daniel yang tidak lucu baginya. "Aku gak gila Yun, aku serius mau nikah sama kamu Yun." Ucap Daniel yang sudah berdiri sambil menyakinkan Yuni kalau Daniel tidak main-main dan membuka kembali kotak berwarna merah itu. "Wahhhh, lama gak ketemu kamu emang udah bener-bener gila ya Niel. Kenapa aku harus nikah sama kamu Niel? Bukannya kamu masih belum bisa lupain wanita itu Niel? Emangnya kamu cinta sama aku Niel?" Ujar Yuni tak mengerti melihat orang yang sudah tidak ditemuinya selama satu setengah tahun itu tiba-tiba melamarnya. Deg... Daniel terkejut melihat Yuni yang mengetahui bagaimana hubungannya dengan wanita itu berakhir. "Darimana Yuni mengetahuinya? Siapa yang memberitahukannya? Sejauh mana yang Yuni tahu tentangnya dan Yu Ra?" Batin Daniel pada dirinya sendiri namun tidak menanyakannya langsung pada Yuni. Yah, tanpa Daniel ketahui selama ini Noona nya -Kang Da Mi- dan Yuni masih terus berhubungan dengan baik satu sama lain. Bahkan bisa dikatakan Yuni, Da Mi dan Ji Min (YuDaJi) adalah trio yang selalu bersama di waktu luang atau di akhir pekan. Da Mi memberitahukan pada Yuni segalanya tentang Daniel termasuk Daniel yang kembali ke Korea 6 bulan yang lalu namun tidak kembali ke Rumah melainkan pergi ke pulau Jeju, Daniel yang tinggal di Vila Incheon selama 4 bulan terakhir dan sebentar lagi Daniel akan kembali menjadi CEO Han Sung Corp, Daniel yang menjalani kencan buta dengan wanita yang dipilihkan mamanya dan kondisi kesehatan mamanya yang tidak bagus termasuk keinginan mamanya agar Daniel segera menikah. Da Mi memberi tahukan semuanya pada Yuni kecuali soal jabatan baru Daniel di RS yang membuat Yuni terkejut saat melihat Daniel di RS. Yuni pun tidak mengerti mengapa Da Mi tidak mengatakan padanya. "Bukannya kamu mencintaiku Yun? Aku akan melupakan wanita itu dan mencoba mencintaimu, jadi menikahlah denganku Yun" Ujar Daniel menyembunyikan perasaannya pada Yuni karna sebenarnya Daniel sudah melupakan wanita itu dan menyadari perasaannya yang sesungguhnya. Deg... Bagaikan tersambar petir Yuni sangat terkejut mendengar ucapan Daniel yang mengetahui kalau selama ini Yuni mencintainya,  sahabatnya yang bisa dikategorikan sebagai lelaki yang sempurna itu. "Bagaimana bisa Niel mengetahui rahasianya yang ingin dikuburnya sampai akhir hayatnya bahwa selama ini Yuni mencintainya dalam diam? Sejak kapan Daniel mengetahuinya? Apa Daniel sudah tahu dari dulu kalau Yuni mencintainya dalam diam namun tetap pergi bersama wanita itu ke Amerika untuk menjauhinya?" Batin Yuni yang tak berani menanyakan pada Daniel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN