EPISODE ENAM

1359 Kata
Tubuh Yuni mendadak lemas tak bertenaga mendengar perkataan Daniel yang mengetahui kalau selama ini Yuni mencintainya dalam diamnya dan akan jatuh terduduk kalau saja Daniel tidak dengan sigap memegang bahu Yuni untuk menahannya. "Ba.. bagaimana kamu tau Niel?" Ucap Yuni lemas dan pelan seakan tak percaya Daniel tau kalau Yuni selama ini mencintainya dalam diam. "Tidak penting bagaimana aku mengetahuinya Yun. Jadi maukan kamu menikah denganku Yun? Aku akan membahagiakanmu selama sisa hidupku Yun" Tanya Daniel lagi yang saat ini sedang meyakinkan Yuni dengan mengeratkan pegangannya di bahu Yuni sambil menatap matanya dalam. "Daniel serius melamarnya?  Haruskah Yuni menerima lamaran dari orang yang sangat dicintainya itu?  Lalu bagaimana dengan Kento yang selama ini selalu menunggu Yuni membuka hati untuknya? Bukankah tadi Daniel mengatakan akan mencoba untuk mencintainya? Lalu bagaimana jika nanti Daniel tidak bisa mencintainya? Bukankah itu artinya Yuni akan kembali merasakan sakit dari cintanya yang tak terbalas? Sanggupkah Yuni merasakan sakit itu lagi untuk kedua kalinya?" Banyak pertanyaan muncul dalam benak Yuni. Yuni pun terdiam selama beberapa saat sambil memikirkan jawaban dari banyak pertanyaan yang muncul di benaknya sampai akhirnya Yuni pun menguatkan tekadnya dan mengambil keputusannya. "Ya Niel, kamu benar. Tidak penting bagaimana kamu tau kalau aku pernah mencintaimu dalam diamku karna sekarang aku sudah tidak mencintaimu lagi. Saat kamu pergi bersama wanita itu, saat itu aku membuang jauh-jauh rasa cinta dalam diamku dan hanya menganggapmu sebagai sahabatku sekarang. Tidak lebih dan tidak kurang Niel. Jadi aku akan melupakan semua kejadian hari ini dan menganggap seperti tidak terjadi apa-apa" Ujar Yuni tegas pada Daniel sambil menepis tangan Daniel di bahunya, mengembalikan jas Daniel yang sedari tadi melindunginya dari rasa dingin lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Daniel yang terlihat sangat terkejut dan kecewa mendengar jawaban Yuni. Namun Daniel tak menyerah begitu saja, Daniel bertekad jika Yuni masih mencintainya maka akan mudah bagi mereka untuk bersama , namun jika Yuni sudah tidak lagi mencintainya, maka Daniel akan membuat Yuni kembali mencintainya. Daniel pun membulatkan tekadnya lalu mengejar Yuni dan menarik pergelangan tangannya agar Yuni masuk kedalam pelukannya. Merasakan kembali pelukan hangat Daniel yang dirindukannya membuat pikiran Yuni kosong. Ingin melepaskan pelukan Daniel namun seperti magic, semua kekuatan Yuni seperti hilang hingga tidak sanggup mendorong tubuh Daniel menjauh jadi Yuni hanya ingin merasakan sebentar saja kenyamanan yang kembali dirasakannya setelah sekian lama. Melihat Yuni yang tenang di dalam pelukannya, membuat Daniel tersenyum bahagia sambil mengeratkan pelukannya lagi untuk melepaskan semua kerinduannya. "Gak usah maksain diri Yun. Aku tau kamu masih mencintaiku dalam diammu Yun. Karena itulah kamu tidak pernah berpacaran dengan orang lain selama ini dan menungguku kembali. Bukankah begitu Yun?" tanya Daniel lembut sambil mengelus puncak kepala Yuni yang kini pasrah berada dalam pelukan Daniel. Ingin sekali rasanya sekarang Yuni membalas pelukan Daniel dan mengatakan kalau Daniel memang benar. Selama ini Yuni masih melanjutkan cinta dalam diamnya dan Yuni sangat merindukannya sampai Yuni merasa akan gila lalu menitikan air mata mengingat kenangan manis mereka berdua. Namun memikirkan kembali rasa sakit satu setengah tahun yang lalu membuat Yuni tidak bisa menerima lamaran Daniel. Yuni takut, sangat takut kalau Yuni akan merasakan sakit itu kembali. Yuni merasa tidak akan sanggup kalau merasakan lagi sakit yang teramat sakit itu. Satu setengah tahun terakhir ini pekerjaan, beberapa pasien yang sudah dianggap Yuni sebagai keluarganya, Ji Min, Da Mi dan Kento bisa membuatnya lupa akan luka hatinya dan tidak terlalu memikirkan Daniel meskipun jauh di lubuk hati Yuni yang terdalam, Yuni masih sangat mencintai Daniel namun Yuni tidak ingin merasakan sakit dan perih itu lagi. Yuni yang merasakan kembali belaian lembut Daniel di puncak kepalanya membuatnya meneteskan air mata namun segera dihapusnya agar Daniel tidak tahu kalau selama ini Yuni selalu merindukannya dan ingin menghubunginya terlebih dahulu. Namun jika membayangkan saat itu Daniel sedang bermesraan dengan wanita itu membuat Yuni mengurungkan niatnya. Dan kembali menahan rindunya yang tak tertahankan itu. Bukankah tidak adil bagi Kento yang selama ini selalu menunggunya namun Yuni malah bersama Daniel. Meskipun jauh di lubuk hati Yuni yang terdalam, Yuni ingin bersama Daniel, pria yang selama ini selalu berada dihatinya. "Enggak Niel, kamu salah besar Niel. Aku gak pernah pacaran selama ini karena ingin fokus dengan pekerjaanku, bukan karena ingin menunggumu Niel.  Bagimana mungkin aku menunggu laki-laki yang pergi dengan senyum bahagia bersama wanita yang dicintainya Niel?  Aku bukanlah wanita yang begitu bodoh menunggu seorang laki-laki yang tidak pernah mencintaiku yang bahkan aku tak tau kapan akan kembali Niel?  Bagaimana mungkin setelah meninggalkanku pergi bersama wanita itu , kamu berharap agar aku terus mencintaimu dalam diamku dan terus menunggumu Niel?  Tidakkah menurutmu itu terlalu egois Niel?  Apakah kamu tidak pernah memikirkan rasa sakitku Niel?" Ucap Yuni pada Daniel yang masih berada dipelukan Daniel, sambil menghapus airnya dan mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya untuk mendorong pelan tubuh Daniel yang sudah melemah setelah mendengar perkataan Yuni lalu berbalik dan pergi meninggalkan Daniel. "Banyak wanita yang ingin menikah dan bersama denganmu Niel jadi pilihlah salah satu dari wanita itu tapi bukan aku Niel. Aku mengerti alasanmu yang ingin menikahiku karena Tante Hye Mi. Tapi pernahkah kamu memikirkan perasaanku Niel? Saat ku mengetahui cinta tulusku yang sudah lama pergi ingin kamu manfaatkan untuk kepentinganmu sendiri. Apakah kamu tau bagaimana rasa sakitku saat itu Niel? Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku saat mengantarmu dan Yu Ra pergi dengan senyuman di bibirku saat hatiku terasa sangat sakit dan perih Niel. Kamu tidak akan bisa membayangkan rasa sakit dari mencintai dalam diam ini Niel. Rasa sakitnya jauh lebih besar dari yang aku dan kamu bayangkan Niel. Jika saja saat itu aku tau rasa sakitnya akan seperih dan sedalam ini, aku lebih memilih untuk tidak akan pernah mencintaimu dalam diam ini Niel. Luka dihatiku saat melihat kepergianmu dengan wanita itu sudah sembuh Niel, jadi tolong jangan buat luka itu terbuka dan kembali sakit dengan kedatanganmu Niel. Jadi tolong jangan melakukan hal seperti ini lagi padaku. Aku berharap kamu menemukan wanita yang tepat untukmu dan tante Hye Mi segera sembuh. Semoga kamu tidak akan pernah merasakan cinta dalam diam yang penuh dengan rasa sakit ini Niel" Ucap Yuni pada Daniel sebelum benar-benar pergi meninggalkan Daniel yang menatap pilu kepergian Yuni, wanita yang dulu sangat dicintainya. Tidak, bukan dulu bahkan sampai sekarang. Wanita yang dari dulu hingga sekarang selalu dicintainya. Yah, Yuni lebih memilih untuk menjaga perasaan orang yang selama ini selalu setia menunggu dan mencintainya. Walaupun Yuni tau kalau perasaan Yuni pada Kento bukan Cinta, tapi lebih baik daripada bersama Daniel, pria yang sangat dicintainya namun tidak ada jaminan kalau Yuni akan bahagia bersama Daniel. Mungkin saja Yuni akan lebih bahagia bersama Kento yang sangat mencintai Yuni. "Aku tidak yakin Niel dengan perkataanmu yang mengatakan akan mencoba mencintaiku. Tidak ada jaminan jika kamu akan membalas cintaku dan membuat cinta dalam diamku yang penuh rasa sakit dan perih yang teramat sangat sakit ini berubah menjadi cinta sejati yang indah yang dirasakan oleh dua insan yang saling jatuh cinta Niel. Semoga ini yang terbaik untuk kita berdua Niel" lirih Yuni pelan sambil terus berjalan menjauh, meninggalkan Daniel yang sudah terduduk lemah. "Aku sudah merasakan sakit yang teramat sakit dan perih itu jauh sebelum kamu merasakannya Yun. Karena mungkin aku yang terlebih dahulu mencintaimu dalam diamku namun tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya karena kupikir kamu mencintai Tae Sung, Yun. Rasa cintaku yang begitu besar padamu menutup mataku untuk melihat cintamu padaku Yun. Rasa cintaku yang begitu besar membuat rasa cemburuku pun begitu besar melihat kedekatanmu dan Tae Sung, Yun. Sampai akhirnya aku bertemu Yu Ra dan dengan jahatnya menjadikan Yu Ra sebagai pelampiasanku untuk melupakanmu dan pergi jauh darimu Yun." Lirih Daniel sambil menangis terisak melihat punggung Yuni yang sudah menghilang dari pandangannya. Daniel tidak mengatakan perasaannya yang sesungguhnya pada Yuni. Bukankan akan terlihat aneh jika Daniel yang baru putus dari kekasihnya dan baru pertama kali bertemu setelah sekian lama, mengungkapkan cintanya pada Yuni? Daniel menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan namun sekarang tidak tau harus bagaimana setelah mendengar keputusan Yuni tadi. Apakah keputusan Yuni akan berubah jika Daniel mengatakan yang sesungguhnya, kalau selama ini, bahkan jauh sebelum Daniel bertemu Yu Ra, Daniel sudah mencintai Yuni dalam diamnya? Sekarang Daniel bingung harus bagaimana.  Apakah Daniel akan mengikuti keinginan Yuni dengan menyerah terhadap Yuni dan melepaskannya bersama Kento, Atau kembali memperjuangkan cintanya yang selama ini di pendamnya? Bisakah dua insan yang sudah saling mencintai dalam diam ini bersama? Ataukah sudah terlambat bagi mereka untuk bersama karena ketidak jujuran dan rasa takut akan sakit yang mungkin nanti akan mereka rasakan kembali yang disebabkan oleh orang yang dicintainya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN