Syalwa dan Vivi menoleh ke arah sumber suara. Mata kedua wanita bersuami itu pun membola seketika. "I-Ibu?" Wajah pucat Syalwa pun semakin pias saat melihat sang ibu ada di sana. Aryati Ayudia, ibunda Syalwa dan Raka, sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan tajam tertuju ada putrinya. Ia tidak sengaja melintas di depan kamar sang anak yang yang pintunya setengah terbuka. Awalnya, pintu itu hanya sedikit terbuka, menyisakan celah tidak sampai satu centimeter. Tapi Amira yang sedang aktif berjalan, membukanya hingga melebar lebih besar. Niat Aryati pun hanya ingin menghampiri sang cucu yang berada di ambang pintu, tapi tanpa sengaja malah mendengar percakapan anak dan menantunya. "Apa benar apa yang ibu dengar baru saja? Kamu hamil?" tanya dengan tatapan penuh emosi. "Ma-maaf,"

