Suara Bel memecah perhatian Liandra dari panci sup yang mengepul diatas kompor, mengalihkan perhatiannya pada Athar yang masih bermalas malasan diatas sofa dengan selimut bergambar Ayamnya. "Athar!" "Hum." Remaja itu begegas bangkit dengan langkah yang diseret, membuka pintu apartament dengan mata mengantuknya. "Boleh aku masuk?" "Ya." Athar melangkah mundur, membiarkan pria bertubuh tegap itu masuk melewatinya dan mengedarkan pandangannya. "Dimana Liandra?" "Di dapur." Sahut Athar bergumam malas dan kembali melempar tubuh tegapnya ke sofa, bergelung dengan nyaman sama sekali tidak peduli kemana pria berkaki panjang itu melangkah. "Hei." Bisikan pelan suara berat itu membuat Liandra tersentak, menoleh cepat saat lengan kokoh itu melingkar diperutnya dan menemukan pria itu mel

