** Cahaya pagi itu tampak malu malu menyapa gadis yang sedang bergelung dalam pelukan pria yang sejak tadi tidak mampu melepaskan tatapannya diwajahnya. Kehangatan yang menjalar diseluruh tubuhnya yang nyaris mati rasa semalam membuatnya tak ingin segera beranjak dari sana, memilih berlama lama hanya untuk tidak melewatkan sesuatu yang sangat indah menyambut paginya. Sepasang mata segelap malam itu tampak mengerjap perlahan, lenguhan pelan mengalun dari bibirnya sebelum mendongak perlahan menatap Naetra dengan bingung. "Aku menggangu tidurmu?" Naetra mengangkat sudut bibirnya, mengulurkan jemarinya menyentuh sisi wajah gadis yang kembali terlihat cemas hingga kehangatan itu kembali memenuhi rongga dadanya. Kehangatan yang seolah ia rindukan sepanjang hidupnya. "Aku yang harusny

