Setelah mendengar cerita Auryn, saat jam istirahat Wiska langsung menuju kelas IPA tiga. Dia yakin kalau dalang di balik ini semua adalah Yunda. Tanpa permisi, Wiska langsung masuk kelas dan duduk di samping gadis yang sedang bermain ponsel itu. “Lo ngapain Auryn!” Sentakan itu membuat Yunda mengangkat pandangannya. Dia mengernyit melihat sahabat Auryn ini. “Apaan, sih?” “Lo kan yang neror Auryn?” Yunda mengernyit bingung. Dia menggeleng pelan lalu menunjukkan ponselnya ke Wiska. “Gue lagi upload katalog. Apa ini yang dinamain neror Auryn?” Tanpa permisi, Wiska menarik ponsel itu dan membuka log. Dia melihat Yunda sama sekali tak menelepon seseorang dalam beberapa waktu terakhir. Tak puas begitu saja, Wiska membuka w******p dan melihat chat yang kebanyakan dari customer Yunda. “Udah?

