64-Dear

2865 Kata

Keesokan harinya, Auryn tetap berangkat ke sekolah. Luka kecil di lututnya sama sekali tak berpengaruh. Gadis itu malah semakin bersemangat pergi ke sekolah, tak sabar bertemu dengan Virgo. Auryn berjalan dengan kresek kertas di pelukan. Mamanya membawakan bekal, untuk Virgo dan juga Wiska. Kata sang mama sebagai ucapan terima kasih karena dua cowok itu sudah baik ke Auryn. Sampai di kelasnya, Auryn mendapati Virgo telah duduk di bangku depan. Auryn berjalan mengendap-endap, ingin mengejari cowok itu. “Dor!!” Virgo menoleh, tanpa ada raut kaget sedikitpun. Cowok itu mengernyit melihat Auryn yang menatapnya setelah itu mendengus. “Kok lo nggak kaget, sih?” tanya Auryn lalu duduk di samping cowok itu. “Tuh!” Tangan Virgo menggerakkan kepala Auryn ke papan tulis. Dari papan tulis putih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN