Pukul sembilan malam, Auryn diantar Virgo pulang. Gadis itu mendapati rumahnya tampak sepi. Auryn jadi bimbang akan masuk ke rumahnya atau justru berdiam diri seperti ini. “Ryn.” Panggilan itu membuat Auryn tersentak. Dia melihat Virgo yang masuk duduk di atas motor. “Kenapa nggak masuk?” tanya Virgo lalu menoleh memperhatikan rumah Auryn yang terlihat sepi itu. “Gue takut mama sama papa gue nggak di rumah.” “Coba lo cek dulu.” Auryn mengangguk. “Tapi lo jangan pulang dulu,” pintanya. Dia lalu berjalan ke halaman rumah. Sampai di depan pintu, Auryn menarik knop dan pintu itu terkunci. “Ma!! Mama!” Gadis itu memencet bel dengan tak sabaran. Setelah itu dia menoleh dan melihat Virgo berdiri di depan pagar. “Ada?” Respons Auryn hanya gelengen pelan. Dia kembali memencet bel dan bert

