Setelah mandi, Virgo mengompres kakinya. Dia cukup tersiksa dengan memar ini, membuatnya tak leluasa berjalan. Terlebih saat dia menaiki motor, membuat kakinya terasa gampang pegal dan lelah. “Aw!” Cowok itu menahan rasa sakit saat lukanya terkena air hangat. Bukannya berhenti justru dia semkain menempelkan handuk itu. Menurut Virgo rasa sakit yang teramat masih lebih baik daripada sakit kecil tapi berulang kali. “Kak Virgo!!” Teriakan itu membuat Virgo mengangkat wajah. Dia mendengar suara Seika di depan rumah. Virgo terpaksa berhenti mengompres. Dia berjalan ke pintu depan dan melihat Seika berdiri di dekat jendela. “Masuk, Ka.” Seika menunduk, melihat kaki kiri Virgo yang terlihat basah dan terdapat luka. Seketika Seika menunduk, melihat luka itu lebih jelas. “Ini kenapa, Kak?” T

