Cowok berjaket merah itu duduk di depan kelas IPA, padahal dia anak IPS. Redo sedang menunggu Auryn, khawatir dengan gadis itu. Kemarin Wiska telah menceritakan semuanya. Redo tak menyangka, masalah di akhir tahun lalu harus terulang lagi. Karena hal itu dia ingin menemui Auryn dan meminta maaf ke gadis itu. “Lo kok di sini?” Suara lembut itu membuat Redo langsung mendongak. Melihat Auryn berada di depannya, Redo langsung berdiri dan memeluk gadis itu erat. “Sorry, Ryn.” Auryn tersentak kaget oleh pelukan tiba-tiba itu. Dia menepuk pundak Redo lalu mendorong cowok itu. “Lo ngomong apa, sih?” “Gue tahu, lo akhir-akhir ini diteror, kan?” Pasti Wiska! Siapa lagi kalau bukan cowok itu, lagipula tak mungkin Virgo karena cowok itu terlalu pendiam. Auryn lalu menatap Redo serius. “Jangan k

