Beberapa hari telah berlalu, Senja kini duduk di tepian ranjang, menatap putranya kini yang tengah terlelap dengan wajah damainya. Air matanya luruh karena beberapa hari ini sudah tidak pernah melihat Aslan lagi. Di kantor pun Aslan sudah tidak datang. Senja ingin sekali menanyakan kabar Aslan pada Randi, namun ia tak ingin melakukannya, karena itu sama saja telah menolak dan menyesali semuanya, enja harus yakin bahwa ia benar-benar akan menjadi Ayah dan Ibu bagi Azel, ia tidak akan pernah lagi memikirkan perasaanya. Flashback ON Setelah makan siang, Senja hendak keluar dan membuang sampah sisa makanan keluar, namun Aslan berjalan menghampiri Senja yang kini berdiri didepan pintu, Aslan berdehem, membuat Senja berbalik menatapnya. Aslan menundukkan kepala, karena tak ingin melakukan ha

