"Apa kamu mencintai Aslan?" tanya Hadi. "Hem? Mencintai?" tanya Senja, membuat tatapan Hadi penuh harapan, ia membutuhkan jawaban untuk membuatnya sadar bahwa ia salah jika harus kembali berharap. "Iya, apakah kamu mencintainya? Berharap menjalin hubungan dengannya?" tanya Hadi lagi, sepertinya ia harus mendapatkan jawabannya hari ini. Agar ia bisa melanjutkan hidupnya. Senja terdiam, mulutnya seakan terkunci, ia tak bisa menjawab pertanyaan Hadi, yang menurutnya tiba-tiba. Senja memang merasakan kenyamanan didalam dadanya, namun ia tak berani mengatakan bahwa itu perasaan cinta. Senja menundukkan kepala, lalu menghela napas panjang, berharap bukan itu yang harus mereka bahas. "Jawab saja, Ja, aku ngerti kok," kata Hadi, membuyarkan lamunan Senja, membuat Senja mendongak lalu menatap H

